Pdm Yenny Verodika dari GMS Surabaya melayani di GMS Puri. Sebelum awali kotbah, ia minta jemaat ucapkan nubuat ke samping kanan kiri, ”Ini tahun kemenangan buat engkau.”
Mazmur 91 jadi landasan ibadah ketiga ini. Aman di tengah dunia yang tidak aman. Ada tiga hal yang ditekankan,
Pertama, Membangun kesadaran bahwa kita perlu Tuhan.
”Hari ini tak ada tempat yang aman di dunia. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi, tapi bagian kita adalah menguatkan fondasi manusia rohani dalam diri kita.”
Mazmur 91 merupakan Firman Tuhan dari orang yang punya posisi, namun ia memilih duduk dalam lindungan Yang Mahatinggi, bermalam dalam naungan Yang Mahakuasa, dan kembali kepada tenda perlindungan Tuhan.
”Jangan-jangan orang yang khawatir dan gampang panik karena orang itu mengalami kemerosotan hubungan dengan Tuhan,” ungkapnya.
Baik jika kita berkata, ”Aku mau duduk dan mengenal Engkau secara pribadi. Banyak orang tak sadar, Tuhan sudah tak ada dalam hidupmu. Anda sudah mengalami kekeringan rohani, karena itu butuh ’secret place’: butuh konsentrasi bersama Tuhan. Perlu mencari ruang tenang, yang kata orang Surabaya, ’Sueeeepiiii pol…”

Kedua, Membangun kesadaran bahwa kita punya musuh. Setiap hari kita hidup dalam peperangan rohani.
Yenny Vero mengingatkan, cara kerja setan memberi kita roh berbeban berat. Setan menipu banyak orang dan memahami keluhan banyak orang yang ’pengen mati’. Itulah sebabnya, Mazmur ini menjanjikan bagaimana kita tak usah takut terhadap panah yang terbang di waktu siang.
”Sebaliknya, hadirat Tuhan bicara tentang kehadiran Bapa. Ia menerima kita apa adanya. Ia care dengan kita,” tegasnya.
Ketiga, Ada bagian kita, ada bagian Tuhan.
Bagian kita melekatkan hati pada Tuhan. Ada yang tak kelihatan, ada pribadi Tuhan yang ada, hari ini Ia masih sanggup menggenapi janjiNya, yang memberkati kita ’on the way’ dalam perjalanan.
”Ada bagian kita, ada bagian Tuhan. Bagian kita adalah tetap hidup dekat dengan Tuhan, maka Ia akan mengerjakan bagianNya,” pungkas Yenny.

