Heaven is more physical than you think.
Pada Paskah ini, Pastor Philip Mantofa melayani tiga ibadah di GMS Gandaria City. Ini resume ibadah ketiga, pukul 16.00 WIB.
Firman Tuhan bersandar dari I Korintus 15:35-44
“Demikianlah pula halnya dengan kebangkitan orang mati. Ditaburkan dalam kebinasaan, dibangkitkan dalam ketidakbinasaan.
Ditaburkan dalam kehinaan, dibangkitkan dalam kemuliaan. Ditaburkan dalam kelemahan, dibangkitkan dalam kekuatan.
Yang ditaburkan adalah tubuh alamiah, yang dibangkitkan adalah tubuh rohaniah. Jika ada tubuh alamiah, maka ada pula tubuh rohaniah.”

Paulus menjelaskan kekekalan dalam bahasa sesederhana mungkin.
Di neraka tak ada persekutuan, saling teriak tanpa ada yang menghibur, iblis pun dilempar ke sana.
Kalau di dunia kita masih bisa ’relief’, lega setelah operasi. Sabar, sakit itu akan usai, tak akan seperih ini. Tapi perih di neraka masih akan seperih itu. Satu jam kemudian, setahun kemudian sama. Orang cari mati tak bisa, karena ia sudah ada di kematian yang kedua.
His Grace is amazing. Kasih karuniaNya luar biasa, karena ada hukuman dahsyat, horrific, yang dibatalkan dengan ganjaran keselamatan yang ditimpakan atasnya.

Kalau masih ada kesempatan setelah mati, ngapain Yesus mati untuk kita?
Mati dan kematian bagi orang Kristen yang hidupnya sungguh-sungguh adalah keuntungan. Paling maksimal orang lain bilang, ”Semoga diterima Yang Maha Kuasa.”
Kita tahu pasti, orang yang kita cintai dalam Kristus meninggal, sweet memory, tak akan ada ’eternal separation’, pemisahan kekal. Sedihnya karena lonely, bukan karena penasaran, dia ke mana?
Bukan karena rasa takut yang mencekam, pisah kita selamanya. Akan terjadi reuni kala sangkakala berbunyi. Meski kadang kita bertanya, ”Apakah Mama dan Papa akan ingat padaku?” Sorga bukan tempat orang pikun. Orang yang kita kasihi, akan ingat padamu. Yess!
Pasti ada ’fitur-fitur’ kita yang tak akan terlewatkan. Orang jadi ingat, “It’s you!”
“Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya”.
I Yohanes 3:2
Saat Yesus menampakkan diri di Emaus, dua murid itu tak mengenali diriNya secara fisik, tapi ada sesuatu dari diriNya yang tak berubah, berapi-api, yang akhirnya membuat Yesus dikenali. Pasti ada fitur yang tetap akan kau bawa.
Jangan jatuh kepada nafsu-nafsu yang akan merampas mahkota kita. Hidup di dunia ini hanya sebentar, transit saja. Jangan ingin mengakhiri hidup, bunuh diri dan lain-lain. Hidup ini untuk sebuah misi, pasti ada maksud Allah dalam diri kita. Mata kita harus tertuju kepada kekekalan. Apa yang tak kudapat di sini, akan kudapat di sana.

Ada semacam sifat karakter yang tak hilang di sorga. Buah rohmu. Orang tak akan salah soal itu. Hal seperti itu tak akan hilang dari tubuh kemuliaanmu, justru akan di-‘highlight’ oleh Tuhan.
Pengorbanan Yesus tak akan dihapuskan. Dalam kekekalan, akan terus dikenang. Yang ada bekasnya, handicapnya, hanya Tuhan. Bekas luka, bekas suntikan, bekas amputasi kita tak akan ada lagi.
Poin penting.
Pertama, tubuh jasmani kita adalah kasih karunia yang sementara. Hidup ini adalah kesempatan. Jangan cemarkan, jangan najiskan. Lebih baik jangan jadi ’syak’. Tuhan hanya bisa pakai kita kalau kita masih hidup. Mari kita jaga kesehatan. Jangan merokok. Merokok tidak memperpanjang umur, tapi bisa berpotensi memperpendek.

Kedua, pakailah setiap anggota badan kita sebagai senjata kebenaran.
Ketiga, fokuskan hidup kita pada upah dan perkara-perkara yang kekal.

