Selamat Datang, John Herdman

Tahun baru, pelatih baru. Timnas Indonesia punya ‘gaffer‘ baru dari negara ‘embahnya‘ sepak bola: Inggris.

John Herdman baru berusia 50 tahun, tapi dia masih memamerkan prestasi sebagai orang pertama di dunia yang membawa timnas putra dan putri sebuah negara ke pentas Piala Dunia. PSSI memperkenalkannya di Hotel Mulia, 13 Januari 2025.

Memulai karir sebagai pelatih tim junior Selandia Baru pada 1 Januari 2003 hingga 31 Desember 2005, Herdman kemudian ditunjuk sebagai pelatih tim nasional putri Kanada dengan catatan prestasi besar yakni mengamankan tiket di Piala Dunia 2007 dan 2011, serta mencetak sejarah dengan meraih dua medali perunggu Olimpiade secara beruntun pada 2012 dan 2016.

Sukses bersama timnas putri dari 2011-2018 membuat Herdman ditunjuk untuk menjadi arsitek timnas U-23 Kanada dan lanjut tim senior putra pada 2018-2023, sebelum keburu digaet timas putri Inggris. Herdman tercatat bisa mengantarkan Kanada menuju Piala Dunia 2022 setelah absen selama 36 tahun dari pagelaran turnamen antarnegara terbesar sedunia ini.

Sayang memang, Kanada gagal meraih satu poin pun dalam Piala Dunia Qatar. Alphonso Davies dan kawan-kawan kalah 0-1 dari Belgia, 1-4 dari Kroasia, dan 1-2 dari Maroko.

“Saya berasal dari Newcastle, kota yang bangga dengan kerja kerasnya, juga gairah. Gairah untuk sepak bola,“

“Dan itulah yang saya rasakan setiap kali saya melihat timnas Indonesia bermain, dan orang-orang yang mendukungnya,“

“Jadi saya akan membawa gairah, kualifikasi pengalaman saya, untuk membantu negara ini ke tempat yang belum pernah dicapai sebelumnya. Sudah waktunya,“ kata pria yang terakhir melatih Toronto FC Kanada di Major League Soccer itu.

John sadar akan tantangan yang akan dia hadapi sebagai pelatih Timnas Indonesia, yaitu menyatukan potensi pemain diaspora Indonesia yang tersebar di berbagai negara dan mengombinasikan dengan talenta lokal.

Bagi Herdman, itu adalah kekayaan yang mesti dimaksimalkan Timnas Indonesia. “Saya tidak melihat paspor. Saya melihat orang-orang, melihat peluang,” tutur John Herdman.

“Saya pikir itulah yang paling penting dalam budaya ini, yaitu menerima bahwa keberagaman kita akan menjadi kekuatan terbesar kita.” “Dan jika kita memilih untuk menjadikannya sebagai kelemahan, maka itu akan menjadi kelemahan,” ujar pria yang pernah bekerja sebagai dosen paruh waktu di Universitas Northumbria ini.

John Herdman membawa asistennya Cesar Meylan sebagai pelatih fisik Timnas Indonesia

Cesar Meylan telah lama bekerjasama dengan Herdman di Timnas Kanada. Dengan status ilmuwan olahraga dan pelatih strength & conditioning berkelas Olimpiade, Meylan menyandang gelar Doktor (PhD) di bidang Strength and Conditioning dari AUT University, Selandia Baru

Selamat bekerja John, semoga betah dan bisa mematahkan rekor lama melatih di Indonesia dari pelatih-pelatih sebelumnya!

Leave a Reply

Your email address will not be published.