Mengapa kita tak takut saat lewat pintu akan jatuh dan menimpa diri kita? Karena ada dua engsel menyanggahnya. Engsel atas dan bawah.
Demikian pula kehidupan kita sesuai amanat Firman Tuhan. Pendeta Wahyu Cindarbumi dari GMS Bandung membagikannya dalam ibadah GMS Puri, 25 Januari 2026.
Wahyu mengawali dengan mengucapkan selamat tahun baru yang dirasa belum terlambat.
”Apa resolusi Anda tahun ini? Kadang-kadang resolusi kita begitu tulus, begitu baik. Kalu mulai kendor dan perlahan menghilang untuk direvisi. Itu karena realita kehidupan yang kita hadapi ternyata lebih berat daripada semangat kehidupan kita,” ungkapnya.
Dalam situasi seperti ini, kuncinya adalah membangun hubungan pribadi dengan Tuhan.
”Di titik ini kita sadar, masalah terbesarr kita bukan seberapa banyak resolusi, tapi kurangnyaperubahan dari dalam. Dari hati,” jelasnya.
Hamba Tuhan ini mendasari kotbah dari Matius 22:36-40. Dua hukum terutama yang sangat pentingnya. Kasih pada Allah dan pada manusia.
”Jaga kasih sebagai pusat kehidupan. Tahun baru tidak mengubah hidupmu, yang mengubah hidupmu adalah hati penuh kasih. Karena itu, jangan kasih mencintai Tuhan hanya di bibir saja. Setiap keputusan harusnya kita bangun, dengan bertanya Tuhan, ’Apakah ini menyenangkan hati Tuhan?’”

Dalam implementasi hukum pertama, Pendeta Wahyu mengajak untuk menjadikan kita untuk menjadikan Tuhan sebagaiporos kehidupan. Segala sesuatu berputar dan mengelilingi Dia.
”Kasih kepada Allah tidak diukur dari seberapa tinggi suara kita menyanyi, tapi dari seberapa dalam kita taat ketika tidak ada yang melihat,” ingatnya.
Semetara itu, hukum kedua yang levelnya sama, yakni bahwa kasih kepada sesama berbicara sebagai pantulan atau pancaran bagaimana kasih kita kepada Tuhan.
”Mengasihi sesama sama pentingnya dengan mengasihi Allah,” tegasnya.
Akhirnya, Pendeta Wahyu membuat catatan Empat Prinsip Dua Engsel Kehidupan.
Pertama, kasih adalah pusat kehidupan rohani. Tanpanya semua hanya ritual.
Kedua, kasih kepada Allah berarti totalitas hidup. Hati, pikiran dan tindakan kita tunduk kepadaNya.
Ketiga, kasih kepada seama adalah bukti kasih kita kepada Allah.
Keempat, kasih adalah fondasi tahun baru ini. Karena itu, arahkan setiap keputusan kepada kasih.

