Usai memenuhi perut dengan Kepiting Dandito, kami menambahinya dengan durian dan lai. Aduh, kombinasi seafood dan buah keras! Omong-omong, lai itu apa sih…
Kami berhenti di depan kantor Kelurahan Mekarsari, Jalan Ahmad Yani, Balikpapan Tengah. Tumpukan buah ada di sana. Durian, lai, cempedak.
Wasi, penjualnya, menjelaskan bahwa buah-buah itu diambilnya dari Kutai Barat. Sekitar 10 jam perjalanan dari Balikpapan.
”Sebenarnya, apa sih, beda durian dan lai, Bang Wasi?“
Kembaran durian ini nama latinnya Durio kutejensis, juga biasa disebut buah pampakin oleh masyarakat Kalimantan. Buah lai memiliki ukuran kecil hingga sedang berkisar 1-2 kilogram. Pohon buah lai mirip dengan pohon durian dengan ukuran pohon sedang, dan daunnya cenderung besar serta tebal sekita 20-25 centimeter. Daging buah ini tak selegit buah durian tetapi tetap memiliki rasa manis dan pahit.

Buah Lai merupakan buah yang sekilas memiliki bentuk seperti buah durian. Selain tampilannya aromanya juga menyerupai buah durian, ini karena buah lai dan durian masih satu famili yaitu Malvaceae. Perbedaannya buah lai tidak memiliki aroma yang menyengat seperti buah durian.
Buah lai ini mudah ditemukan di kawasan Kutai, Kalimantan Timur. Buah ini hanya dijual ketika musimnya, yakni menjelang akhir tahun dan awal tahun. Tepatnya antara Januari hingga Maret, tetapi puncaknya pada Februari. Di akhir tahun, buah lai sudah mulai bermunculan namun belum banyak.
Menurut Tempo, Durian dan lai (Durio kutejensis) sama-sama kerabat durian dari Kalimantan, tetapi lai memiliki kulit duri lebih tumpul, daging buah cenderung lebih kering dan kasar, warna dagingnya oranye atau kuning, aromanya tidak menyengat, serta rasanya lebih manis ringan tanpa pahit seperti durian, menjadikannya pilihan alternatif bagi yang tidak suka bau menyengat durian. Lai juga dipanen dengan cara diperam, bukan menunggu jatuh seperti durian.

Berikut adalah perbedaan utamanya:
1. Kulit & Duri
- Durian: Duri lebih lancip dan tajam, kulit tebal.
- Lai: Duri lebih tumpul, rapat, dan tidak terlalu tajam; kulitnya lebih tipis.
2. Aroma
- Durian: Sangat menyengat dan kuat.
- Lai: Aroma lebih ringan dan tidak menyengat, bahkan bisa dianggap tidak berbau bagi sebagian orang.

3. Daging Buah
- Durian:
Bisa benyek atau lembut, berair, sering ada rasa pahit-manis karena alkohol.
- Lai:
Lebih kering, padat, berserat kasar, tidak berair, dan cenderung berwarna oranye atau kuning cerah.
4. Rasa
- Durian: Manis pahit khas dengan sedikit kandungan alkohol.
- Lai: Cenderung manis saja, tidak ada rasa pahit, bahkan ada yang sedikit hambar.

5. Cara Panen
- Durian: Menunggu buah jatuh dari pohon.
- Lai: Dipetik sebelum matang lalu diperam (diistirahatkan) hingga matang dan beraroma.
6. Penyebutan Lain
- Durian: Dikenal di seluruh Indonesia.
- Lai: Disebut juga Pampakin, Pampaken, Durian Kuning, Nyekak, atau Durian Pulu (nama ilmiah Durio kutejensis).
Hajar Lae, eh Lai!

