Taksi Vietnam

Mencoba Taksi Hijau Negeri Paman Ho di Jakarta. Ribuan mobil listrik Vietnam digelontorkan ke ibukota.

Seorang kawan menyarankan, ”Naiklah taksi Green SM, murah, Jo.” Saya tidak terlalu tertarik. Karena saya biasa berkelana Jakarta dengan angkutan umum. Transjakarta, KRL, MRT adalah teman sehari-hari. Jika kepepet untuk perlu cepat, ya Gojek Motor atau Goride. Jika kepepet lagi, karena tak kebagian jam public transport, ya Gocar.

Tapi, siang itu hujan turun deras. Mesti bergegas dari sebuah kantor kementerian menuju Parlemen. Muncullah taksi biru muda itu di depan hidung saya. Usai mengantar seorang penumpang yang turun dalam lebatnya air mengguyang Jakarta di Januari.

”Pak, ada yang mau naik, gak?” tanya saya mengetuk pintu jendela.

Tidak. Ia pun mempersilakan saya masuk.

Meluncur dari arah Kuningan ke Senayan, ongkosnya tak sampai Rp 100 ribu. Bisa dibayar dengan QRIS Gopay.

Dari pengemudinya, Eki, saya baru tahu taksi hijau ’Green SM’ itu dari Vietnam. Ia tak tahu apa kepanjangan dari SM. ”Brand-nya sudah begitu,” ungkap pria yang lama bergulat sebagai pengemudi ini.

Sejak akhir 2024, Taksi Green SM masuk Jakarta. Ada ribuan armada ditebar dari Jakarta, Bekasi, dan Depok. Nomor taksi menurut asal pool atau pangkalannya. Mirip pengkodean Blue Bird. Misal saya menumpang taksi berkode KM, berarti poolnya di Kemayoran.

Semua mobilnya berasal dari Vietnam. Menggunakan mobil VinFast VF e34 Nerio Green (cyan/biru muda) yang tidak emisi dan minim suara. Menawarkan layanan bintang lima, taksi ini ramah lingkungan, senyap, dan nyaman tanpa aroma bensin. Pemesanan dapat dilakukan via aplikasi “Green SM”, WhatsApp, atau stop langsung di jalan. 

Tarifnya terjangkau (buka pintu Rp9.600, per km Rp5.800) dengan opsi pembayaran tunai, QRIS, kartu bank, dan dompet digital. Ternyata baru tahu Green SM bermakna Green and Smart Mobility yang didirikan untuk menyediakan solusi transportasi ramah lingkungan. Selain di Jakarta, taksi serupa sudah hadir di Surabaya dan Makassar.

”Kami berencana memiliki sekitar 10 ribu taksi di Indonesia pada akhir 2025,” kata Global CEO Green and Smart Mobility Joint Stock Company (GSM) Nguyen Van Thanh padai peluncuran Xanh SM.

Selamat datang mobil-mobil listrik, yang kian bikin padat Jakarta, meski dengan tagar diferensiasi ramah lingkungan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.