GMS Puri: Ketika Kenyataan Tidak Sesuai Harapan

Pelayanan Firman Tuhan pada 15 Maret 2026 ibadah jam sebelas pagi mengambil kisah dari terdamparnya kapal Paulus di Malta. Kenyataan tak sesuai harapan. Ternyata indah bagi Tuhan.

Raymond Chow mendasarkan pembelajaran dari Kisah Rasul 28. Kapal itu maunya berlabuh di Pulau Phoenix nan indah dan hangat. Tapi, terbawa arus sampai Malta, setelah dihantam hujan badai besar.

”Ketika kita kecewa, hubungan akan jadi rusakk. Ketika kenyataan tak sesuai harapan, pilih bersyukur atau bersungut?” tanyanya.

Saat tujuan yang ingin kita capai malah menjauh, saat itu mungkin kita mulai membuang muatan dalam kapal, agar rencana yang ada mulai kompromi. Lalu, apakah kemudian kita menyalahkan keadaan, menyalahkan pemerintah dan teman-teman? Atau justru memilih bersyukur?

”Ketika selamat di pantai dari kehancuran, ketika kita mengucap syukur, maka akan ada shifting paradigm yang mengubah hidup kita. Saat itu, kita sedang menguatkan diri sendiri, karena Tuhan belum selesai dengan hidup kita,” tukasnya.

Di sinilah pentingnya menaruh harapan pada Tuhan, meski kondisi sedang kacau balau tak menentu.

”Malta tak pernah ada dalam rencana Paulus tapi selalu ada dalam hati dan pikiran Tuhan. Akibatnya, Malta saat ini menjadi salah satu negara paling religius di Eropa. Mayoritas percaya Tuhan,” ungkapnya.

Ketika kenyataan tak sesuai harapan, yang harus kita lakukan yakni, pertama, memilih untuk bersyukur, bukan bersungut. Kedua, tertanam dalam komunitas yang sehat.

Berikutnya, kendalikan respons kita, bukan situasinya.

Cerita ular yang memagut menyiratkan bahwa serangan kerap datang dari orang yang tidak kita duga.

Tetapi engkau orang yang dekat dengan aku, temanku dan orang kepercayaanku,” Mazmur 55:14.

Untuk itu, ”Kita tidak harus merespon semua opini, pendapat dan komentar orang tentang kita. Sebaliknya kita jangan menghakimi seseorang, kita harus mengasihi, melayani, dan mendoakan. Sebagaimana Paulus saat digigit ular berbisa, kalau kita sakit karena kekecewaan, lepaskan dan kibaskan.”

II Samuel 16:5, kisah Daud dihujat Simei mengajarkan bahwa tak semua konflik harus kita hadapi. ”Jangan biarkan kejadian-kecil kecil merebut sukacita yang kita nikmati. Kita tak bisa kendalikan respon orang, tak bisa kendalikan perkataan orang atau nge-prompt orang, terutama dengan kata ’harusnya’, yang menjadikan kecewa,” urainya.

Bukan perkataan atau perbuatan mereka yang dapat membuat kita menjadi kecewa dan sakit hati, tetapi bagaimana respon kita terhadap perlakuan mereka.

”Mengapa sering terjadi tabrakan beruntun di jalan? Karena kita kurang jaga jarak. Karena itu, kendalikan apa yang bisa kita kendalikan,” pesannya.

Kisah Rasul 28:5 mengajarkan bahwa ada kuasa dalam kasih karunia kalau kita melepaskan pengampunan. Paulus tidak menghabiskan waktu untuk menghasihani diri sendiri, tapi untuk melayani.

”Saat ini 90 persen penduduk Malta adalah orang Kristen, semua itu bermula dari ’kesalahan’ kapal berlabuh. Pilihlah untuk bersyukur, jangan bersungut-sungut. Percayalah Tuhan bisa mengubahnya untuk kebaikan,” pungkas Raymond.

Leave a Reply

Your email address will not be published.