Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) diharapkan berkembang menjadi komunitas pengusaha berkelas internasional sehingga turut andil meningkatkan surplus perdagangan Indonesia secara global.
Pesan itu disampaikan Wakil Duta Besar RI di Tiongkok Irene saat menerima delegasi GAMKI di kantor Kedutaan Besar RI di Distrik Chaoyang, Beijing, Jumat, 28 Agustus 2026.
Di awal pertemuan, Irine membagikan ayat Firman Tuhan dari II Timotius 1:7, “Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.“
Irine menyampaikan, sebagai Wadubes fokusnya ada dua.
“Pertama, meningkatkan neraca perdagangan Indonesia atas Tiongkok. Dan kedua, mencerdaskan kehidupan bangsa, terutama melalui berbagai upaya kolaborasi seperti beasiswa untuk Warga Negara Indonesia di berbagai kampus di Tiongkok,” papar dokter lulusan Universitas Indonesia itu.
Pada tahun 2025, total perdagangan Indonesia 2025 di seluruh dunia mencatat surplus US$41,05 miliar. Khusus perdagangan dengan Tiongkok, Indonesia masih defisit sekitar US$20,50 miliar.
Data BPS untuk 2025 mencatat ekspor ke Tiongkok sekitar US$67,04 miliar, sementara impor dari Tiongkok sekitar US$87,54 miliar.
Tiongkok merupakan pasar ekspor terbesar Indonesia sekaligus sumber impor terbesar. Ekspor kita ke Tiongkok terutama besi dan baja, bahan bakar mineral, serta produk nikel; sementara impor didominasi mesin/peralatan mekanis, mesin listrik, serta kendaraan dan komponennya.

Menyebar narasi positif
Secara khusus, diplomat asal Papua ini meminta GAMKI untuk menjadi pembawa ketenangan dan membantu pemerintah menyampaikan narasi positif tentang kondisi tanah air. GAMKI tidak larut sebagai kelompok penyebar hoaks, sebaliknya harus membantu pemerintah menyampaikan narasi-narasi positif di Indonesia.
“Jangan terjebak ikut penggiringan opini. Seperti saat nilai tukar rupiah jatuh, semua pada mencerca. Tapi, begitu saat ini kurs rupiah membaik, tak ada yang memuji dan melihat kerja keras pemerintah sehingga ekonomi membaik,” kata Irine didampingi Koordinator Fungsi Pariwisata, Ekonomi Kreatif, dan Diplomasi Publik KBRI Tiongkok Evi Nurachman.
Sebaliknya, Irine meminta agar GAMKI harus menjadi agen perubahan dan memberi harapan bagi masyarakat Indonesia.
Sebagai perempuan yang lahir di Jayapura, Irine menegaskan kepeduliannya pada pembangunan daerah tertinggal. ”Bukan salah siapapun lahir dan tinggal di daerah tertinggal, tapi kita harus mengusahakan agar pemerataan pembangunan terjadi di Indonesia,” ungkapnya.
Irine menekankan, Indonesia merupakan negara besar, dengan anugerah bonus demografi yang memiliki ’working population’ hingga 60 persen.
”Di sinilah kita harus bersatu dalam menghadapi berbagai tantangan. Jangan mudah panas karena hoaks. Terus bikin suasana adem, karena kita harus berdiri dan bersatu untuk mewujudkan Indonesia Emas,” jelasnya, sembari menyampaikan dukungan KBRI di Tiongkok untuk pengembangan sumber daya manusia maupun berbagai kemungkinan promosi produk-produk UMKM dari tanah air.

Kehormatan bagi GAMKI
Dipimpin Ketua Umum Sahat Sinurat dan Sekretaris Umum DPP GAMKI Alan Singali, delegasi GAMKI terdiri dari Ketua Bidang Luar Negeri dan Diplomasi Internasional Pendeta Fransisca Nadia Manuputty, Ketua Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Rienova Serry Donnie, Agustinus Eko Rahardjo dan Michael Fredy Yacob (Bidang Media Komunikasi), Andar Abdi Saragih (Bidang Lingkungan Hidup dan Kehutanan), Ketua DPD GAMKI Banten Jimmy Sabar Hanaekan, Daulat Viktor Sinaga dan Restu Sirait (DPD GAMKI Sumut), Maya Indriani Yacob Impak dan Ascteria Paya Rombe (DPD GAMKI Sulsel), Fransina Sarah Latumahina dan Alexsander Sakalessy (DPD GAMKI Maluku), Immanuel Yunias Rumere (DPD GAMKI Papua Pegunungan), Katarina Mariana Yaas dan Stefanus Mega Panda (DPD GAMKI Papua Selatan), serta Dheny Christian Tarigan (Lembaga Kaderisasi, Akreditasi dan Sertifikasi GAMKI).
Ketua Umum bersama Sekretaris Umum DPP GAMKI, Sahat Sinurat dan Alan Singkali mengungkapkan, sebuah kehormatan bagi GAMKI bisa diterima langsung oleh Wakil Dubes RI.
“Kami ini representasi dari jaringan pemuda Kristen di Indonesia, dengan lebih dari 300 cabang di seluruh tanah air,” kata Alan kepada Wadubes.
Sementara itu, Sahat menyampaikan, GAMKI baru saja menggelar Youth Economic Fellowship Indonesia (YEFI) 2026 bertema ‘Building Confidence, Creating Opportunities, Shaping Indonesia’s Economic Future’. YEFI 2026 digelar sebagai dukungan pada Asta Cita Presiden, khususnya pada agenda peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia yang unggul, berdaya saing, dan berakhlak mulia — sejalan dengan semangat pertumbuhan ekonomi nasional hingga 8 persen yang menjadi salah satu tonggak kebijakan pemerintah saat ini.
“Pada pelaksanaan berikutnya, kami berharap kesediaan Bu Wadubes Irine menjadi supermentor bagi adik-adik calon pengusaha muda dari GAMKI,” kata Sahat.

Pada kesempatan ini, delegasi GAMKI membawa sampel produk hasil bumi seperti vanila, kapulaga, dan juga kain khas kawasan timur Indonesia. Secara khusus, anggota delegasi GAMKI yang juga Anggota Majelis Rakyat Papua Selatan (MRPS), Katarina Mariana Yaas, mengalungkan noken pada Irine.
”Sebuah kehormatan bagi kami bertemu Ibu Wadubes, yang juga berasal dari Tanah Papua. Terima kasih GAMKI yang sudah memfasilitasi pertemuan ini. Semoga banyak kesempatan yang didapat ini bisa terus dikembangkan,” kata Katarina.
Selama sepekan di Tiongkok, GAMKI mengikuti mengikuti rangkaian ‘The 4th Maritime Silk Road Youth Exchange Camp’ di Fuzhou, Fujian, Tiongkok, dilanjutkan ke berbagai situs penting di Beijing seperti Tembok Besar Tiongkok, Qianmen Street, dan Forbidden City.


