Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) bukan sekadar wadah persekutuan yang terbentuk pada masa mahasiswa, melainkan gerakan yang nilai-nilai dan semangatnya harus terus hidup ketika para anggotanya memasuki dunia pelayanan, pekerjaan, dan kehidupan bermasyarakat.
Pendeta Emeritus Jakobus Andreas Leimena, M.Th menyampaikan pesan itu dalam Ibadah Bulanan Senior Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) bulan Oktober dengan Pengurus Cabang Perkumpulan Senior (PCPS) GMKI Tangerang menjadi tuan rumahnya, di Gereja Batok Karo Protestan (GBKP) Runggun Tangerang pada Sabtu, 24 Oktober 2026.
Ibadah Bulanan Senior ini menjadi momentum mempererat kembali tali persekutuan di antara para senior GMKI, khususnya Tangerang Raya.
Firman Tuhan bertema ’Berakar, Bertumbuh, dan Berdampak’ berdasar Kolose 2:6-7 dan Kejadian 12:2.
“Namanya gerakan harus terus bergerak, tak bisa diam. Analoginya seperti menanam tumbuhan, nanti akan besar dan menghasilkan buah banyak serta berdampak bagi orang lain,“ kata Andreas, senior GMKI Jakarta.
Demikian pula GMKI, harus lebih berdampak karena terletak di area republik ini yang mengalami banyak persoalan, termasuk isu mayoritas dan minoritas.
“Komitmen bciara keadilan demokrasi harus terus dibicarakan di tengah negara yang berada dalam kondisi tidak baik-baik saja. Bukan saja soal politik, tapi juga sulitnya mencari kerja, kebakaran hutan, serta banyak pejabat saling menyalahkan,“ ungkapnya.

Ia menekankan, semangat yang dibangun selama menjadi mahasiswa diharapkan tidak berhenti setelah masa perkuliahan berakhir. Sebaliknya, nilai-nilai kekristenan, kepedulian terhadap sesama, serta semangat untuk membawa perubahan harus diwujudkan secara nyata di tengah masyarakat. Dengan demikian, keberadaan para senior GMKI dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan, bangsa, dan gereja.
“Semoga PCPS Tangerang bisa menguatkan Senior GMKI di tingkt pusat, untuk terus berakar dan bertumbuh. Terutama, karena pergumulan Banten kerap terkait persoalan minoritas dan mayoritas,” tegasnya.
Suasana ibadah semakin semarak melalui persembahan pujian dari dua kelompok paduan suara, yaitu Paduan Suara Gema Krisindo, serta Paduan Suara Agape Wilayah Cipondoh GKI Sutopo. Persembahan pujian juga dibawakan oleh Risma, senior GMKI Sumedang, serta Irene Panggabean, senior GMKI Jakarta. Seluruh rangkaian pujian menambah kekhidmatan ibadah sekaligus memperkuat suasana kebersamaan di antara para peserta.
Memperkuat Persatuan dan Kesinambungan Persekutuan
Setelah ibadah selesai, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian kata sambutan. Ketua PCPS GMKI Kota Tangerang, Edwin Damanik, menyampaikan sambutannya sebagai ungkapan sukacita atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua PNPS yang turut menegaskan pentingnya menjaga kebersamaan dan semangat persaudaraan di antara para senior GMKI.
Ketua Panitia yang juga Wakil Sekretaris PCPS GMKI Tangerang Jhohannes Marbun bersyukur ibadah bulanan ini dihadiri berbagai pihak dan unsur kepengurusan, termasuk Ketua Umum dan Sekjen Pengurus Nasional Perkumpulan Senior (PNPS) GMKI.

“Kami bersyukur atas jumlah senior yang hadir, terkhusus pengisi acara yang menyampaikan persembahan pujian,” tambah Ketua PCPS GMKI Tangerang Edwin Damanik.
Dalam sambutan tersebut, tersirat harapan agar kegiatan persekutuan seperti ini tidak berhenti pada satu kesempatan atau hanya menjadi agenda pada tahun ini. Sebaliknya, kegiatan ini diharapkan dapat berlangsung secara berkesinambungan pada tahun-tahun mendatang, sehingga persatuan, kesatuan hati, dan rasa persaudaraan di antara para senior GMKI yang berada di Kota Tangerang semakin kuat.
Persekutuan ini menjadi ruang untuk saling menguatkan, berbagi pengalaman, serta membangun kembali komunikasi di antara para senior yang memiliki latar belakang, perjalanan pelayanan, dan pengalaman hidup yang beragam. Perbedaan perjalanan tersebut justru menjadi kekayaan yang dapat mempererat ikatan persaudaraan dalam semangat kebersamaan.
Sukacita dalam kebersamaan dan nostalgia
Ketua Umum PNPS GMKI William Sabandar mengapresiasi panitia pelaksana, pengisi dan seluruh perangkat acara. Termasuk senior yang hadir dari Bandung dari Jakarta.
”Sebuah kegiatan tak harus selalu dinilai dari jumlah kehadiran. Yang penting bagaimana keseriusan kita, serta doa-doa yang kita panjatkan dalam menjalankan misi di dunia ini,” tegasnya.
Senior GMKI Makassar itu menekankan penting sekali ibadah seperti ini terus diselenggarakan. ”Di level cabang, ibadah senior juga terjadi di cabang-cabang. Saat ini ada 69 cabang aktif PCPS di seluruh tanah air,” ungkapnya.
Kegiatan PCPS di daerah perlu diperkuat karena, William melanjutkan, tak mungkin Senior GMKI melakukan upaya konsolidasi pelayanannya hanya dari Jakarta.
”Unit pelayanan kita tak hanya di Jakarta. Senior GMKI hadir di semua aras pengabdian, mengajak senior-senioir punya peran, baik di gereja maupun masyarakat, agar melalui partisipasi kristen senior GMKI, upaya pengembangan kristen bisa berdampak,” urainya.

Secara khusus, Dirut MRT Jakarta 2016-2022 itu menegaskan, PCPS Tangerang Raya punya banyak talenta. ”Jadi, secara sumber daya sebenarnya di sini tak terlalu bermasalah. Ini bukan soal jumlah, tapi siapa yang terpanggil terlibat dalam pelayanan,” tukasnya.
Di akhir pesannya, William meminta agar Senior GMKI terus menguatkan kolaborasi dengan gereja, seperti pelibatan GBKP dan GKI dalam Ibadah Senior kali ini.
”Ke depan, Natal Bersama Senior GMKI akan berlangsung 16 Januari 2027 di Bandung. Tahun depan juga akan ada Bible Camp, serta kita dukung bersama Kongres GMKI di Ambon. Ke depan, mari terus lakukan upaya-upaya konsolidasi di berbagai lini,“ pungkasnya.
Kegiatan ini dihadiri oleh kurang lebih 50 orang peserta. Meskipun jumlah kehadiran belum terlalu besar, suasana sukacita dan keakraban terasa sepanjang kegiatan. Kerinduan untuk kembali bertemu, berbagi cerita, serta mengenang pengalaman selama menjadi bagian dari GMKI menjadi warna tersendiri dalam persekutuan tersebut.
Kehadiran para senior ini semakin menambah kehangatan suasana, terutama ketika para peserta berkesempatan berbagi cerita dan bernostalgia mengenai pengalaman serta perjalanan mereka dalam gerakan GMKI.
Pertemuan ini memperlihatkan bahwa ikatan persaudaraan yang terbentuk selama masa mahasiswa dapat terus terpelihara meskipun setiap orang telah menempuh jalan hidup dan pengabdian yang berbeda. Semangat kebersamaan yang dahulu dibangun dalam GMKI tetap memiliki arti penting bagi kehidupan pribadi, gereja, dan masyarakat.
Menjaga semangat gerakan, merawat persaudaraan
Melalui ibadah PCPS GMKI Kota Tangerang ini, para senior diharapkan semakin menyadari pentingnya menjaga kesinambungan gerakan dan persekutuan. GMKI bukan hanya bagian dari kenangan masa lalu, tetapi juga menjadi sumber nilai, inspirasi, dan semangat untuk terus berkarya serta melayani di tengah kehidupan bermasyarakat.
Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal bagi terselenggaranya pertemuan-pertemuan berikutnya yang lebih berkesinambungan, dengan partisipasi senior GMKI yang semakin luas. Dengan demikian, persatuan dan kesatuan hati tidak hanya dirasakan ketika berkumpul dalam ibadah, tetapi juga diwujudkan melalui kepedulian, kerja sama, dan kontribusi nyata bagi gereja serta masyarakat.
Ibadah PCPS GMKI Kota Tangerang pada akhirnya menjadi pengingat bahwa semangat gerakan tidak dibatasi oleh berakhirnya masa mahasiswa. Selama nilai-nilai kekristenan, persaudaraan, dan pengabdian tetap dihidupi, semangat GMKI akan terus bertumbuh dan memberikan dampak bagi generasi serta lingkungan di sekitarnya.
Persaudaraan yang dirawat, iman yang diteguhkan, dan semangat gerakan yang terus dihidupi menjadi landasan bagi para senior GMKI untuk melangkah bersama dalam pelayanan dan pengabdian kepada masyarakat.


