Gereja Protestan di Indonesia Bagian Barat (GPIB) Immanuel lebih dikenal dengan nama Gereja Blenduk terletak di Jalan Letjen Suprapto no. 32, Kawasan Kota Lama Semarang.
Awalnya saat dibangun Portugis tahun 1753, gereja ini berbentuk rumah panggung Jawa. Atapnya disesuaikan dengan arsitektur Jawa.
Kunker Spesifik Pengawasan BUMD, Komisi II DPR RI Soroti Tantangan Bank Jateng Gerakkan Ekonomi Lokal
Komisi II DPR RI menyoroti pentingnya desentralisasi fiskal, salah satunya dengan penguatan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) sektor perbankan.
Eksistensi bank daerah harus dikuatkan, tak hanya mencari keuntungan tapi juga menjadi penggerak ekonomi lokal.
Continue reading “Kunker Spesifik Pengawasan BUMD, Komisi II DPR RI Soroti Tantangan Bank Jateng Gerakkan Ekonomi Lokal”Makan Ular Semarang
Makan ekstrem lagi. Bolehlah, asal tak terlalu sering.
Pernah menulis makan ular di Pasar Lama Tangerang. Ternyata, saat jalan sore keluar penginapan Hotel Ciputra, Simpang Lima, Semarang, ada juga kuliner serupa di Kota Atlas ini.
Continue reading “Makan Ular Semarang”Anak Panah Semarang
Semarang termasuk kota besar yang tak pernah tidur. Malam-malam selalu ada tempat nongkrong.
Malam minggu itu, sejawat saya tak bisa tidur cepat. Gerai kopi branding internasional dekat hotel di depan Simpang Lima itu pun sudah tutup.
Continue reading “Anak Panah Semarang”Transformasi Kaul Romo Bessarion Mahardika
Berjumpa sahabat lama. Kini jadi presbiter atau Romo Gereja Ortodoks Rusia. Bertugas di Paroki Santo Petrus dan Paulus, Semarang.
Anggayuh Mahardika namanya. Kami berteman sejak lama. Hampir sebaya. Bersama Angga, awal 2000-an, menghabiskan waktu malam-malam panjang di Surabaya. Di kebaktian pemuda, di warung-warung STMJ, dan tak terhitung ke sudut-sudut Jawa Timur.
Continue reading “Transformasi Kaul Romo Bessarion Mahardika”Kuliner Semarang: Bakso Petuah Pak Edy RS Telogorejo
Lokasinya menyempil. Tapi saat bisa menemukannya, setaralah dengan nikmatnya.
Ceritanya, kami ketinggalan rekan-rekan makan sore hari itu. Setelah berjalan mengikuti peta digital Google di ponsel, kami kembali ’memfokuskan tujuan’. Lalu tiba pada opsi ’phone a friend’.
Continue reading “Kuliner Semarang: Bakso Petuah Pak Edy RS Telogorejo”Kunjungan Kerja Spesifik ke Pemerintah Kota Semarang Bahas Pengawasan Dana Transfer Daerah, Komisi II DPR RI: Jangan Cari Jalan Pintas yang Membebani Rakyat
Komisi II DPR RI memberikan apresiasi atas capaian Pemerintah Kota Semarang dalam mengelola dana Transfer ke Daerah (TKD) yang dari tahun ke tahun menunjukkan tren positif. Namun demikian, terdapat sejumlah tantangan yang mengemuka.
Realisasi Dana Alokasi Umum (DAU) tahun 2025 tercatat 55,72%, di mana sebagian besar masih didominasi untuk belanja pegawai dan layanan dasar.
Continue reading “Kunjungan Kerja Spesifik ke Pemerintah Kota Semarang Bahas Pengawasan Dana Transfer Daerah, Komisi II DPR RI: Jangan Cari Jalan Pintas yang Membebani Rakyat”Semarang, Rumah Kita…
Salah satu kota terbesar di Pulau Jawa. Selain Jakarta, Surabaya, Bandung, dan Bekasi. Masih murah-murah makan dan biaya hidupnya.
”Semarang kaline banjir
Ja sumelang ra dipikir
Jangkrik upa saba ning tangga
Malumpat ning tengah jogan
Wis watake priya jare ngaku setya
Tekan ndalan selewengan
Eyae eyae eyae…”
Komisi II DPR RI Apresiasi Cara Gubernur Jawa Tengah Sinergikan Sumber Daya Atasi Efisiensi Anggaran
Komisi II DPR RI menggelar Kunjungan Kerja Spesifik untuk menjalankan fungsi pengawasan implementasi kebijakan Dana Transfer Pusat ke Daerah, khususnya dalam mendukung pembangunan daerah dan meningkatkan kesejahteraan.
Dalam kunker spesifik ke Semarang, 6-8 Maret 2025, Komisi II DPR RI memberikan apresiasi atas cara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengelola kondisi keuangan daerah pascakeluarnya Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja dalam Pelaksanaan APBN dan APBD Tahun Anggaran 2025.
Continue reading “Komisi II DPR RI Apresiasi Cara Gubernur Jawa Tengah Sinergikan Sumber Daya Atasi Efisiensi Anggaran”Tendean Harusnya Pulang ke Semarang
Di simpang jalan Pemuda, Semarang, ada patung pahlawan revolusi Pierre Tendean. Ternyata, di hari terbunuhnya sang kapten harusnya Tendean pulang ke Semarang.
Pierre Andries Tendean meninggal sebagai pahlawan revolusi. Pada dini hari 1 Oktober 1965, pasukan Gerakan 30 September (G30S) mendatangi rumah dinas Nasution dengan tujuan untuk menculiknya. Tendean yang sedang tidur di paviliun yang berada di belakang rumah dinas Jenderal Nasution dibangunkan oleh Yanti Nasution (putri sulung Nasution) setelah dia mendengar suara tembakan dan keributan. Tendean pun mengambil senjata garandnya dan keluar untuk memeriksa keadaan di luar.
Continue reading “Tendean Harusnya Pulang ke Semarang”