Suasana ‘Hidup’ Memotret Trans Jakarta Koridor Baru

Meliput pengoperasian jalur baru busway jadi pilihan tim ini. Suasana tampak begitu hidup karena reporternya live saat bus sedang jalan. Sudah kayak reporter teve beneran, neh…

Yenny Oktavia, Devina Yusan, Yuliana, Vivi Hartini dan Immanuela Harlita memilih Koridor XIII Trans Jakarta Blok M-Ciledug sebagai pilihan hard news Ujian Tengah Semester mata kuliah Produksi Program TV Universitas Multimedia Nusantara.

Chemistry duo anchor Devina dan Immanuela sudah bagus. Mereka tampil cair dan kompak, apalagi dengan background ‘kesibukan’ di ruang newsroom ‘Sapa Nusantara’. Wardrobenya pun berkelas. Boleh juga. Hehehehe…

Footage paket pengantar live pun disajikan kaya dan detail. Meski ini bukan take pertama, setelah ada koreksi di kelas saat mentoring, hasil akhir menunjukkan paket pengantar live lebih komplet. Ada visual dari halte, dari dalam bus, penumpang membawa anak, ruang wanita, hingga gambar perjalanan dari dalam Trans Jakarta.

Varian SOT yang tampil juga menjadikan paket ini patut diacungi jempol. Mereka mendapatkan soundbyte driver Trans Jakarta dan pengemudi Ojek Online.

Sesi Vivi live dari dalam bus juga very cool! Tentu jauh lebih hidup dan keren daripada take sebelumnya yang diambil secara ‘mati’ di Halte Semanggi. Vivi bicara (live report) sambil bus sedang berjalan, footage yang ditampilkan sebagai insert. Demikian pula saat Vivi mencari pendapat pengguna jasa dengan live sambil sang penumpang bergelayutan di bus yang tengah melintasi Halte Adam Malik. Top!

Feature kuliner bakso dibawakan dengan apik oleh Yuliana. By the way, kok disebut Living World daerah Gading Serpong? Apakah tidak lebih bijak disebut ada di kawasan Alam Sutera?

Gambar-gambar detail dan ‘celometan’ ceriwis khas Yuliana menghidupkan paket soft news ini. Kalau pun ada kurangnya, lebih pada kurangnya gambar-gambar detail pada beberapa scene tertentu, seperti pada 7.46 dan 7.58. Kurang lama tuh, ekspose detailnya. Misalnya, saat menyebutkan bihunnya berbeda dengan bakso lain…

Paket ‘and finally’ oke, catatan ada pada suara naratornya yang kurang semangat. Juga pada pengantar dari presenter. Harusnya cukup menyebut, “akan tayang di seluruh bioskop di Indonesia…” Tak usah menyebut, “Seluruh bioskop-bioskop…” Cukup pilih, either “Seluruh bioskop”, atau “bioskop-bioskop..”

Pengalaman berkesan

Sebagai cameraperson, Yenny memaparkan kisahnya mengambil gambar liputan hard news. “Hambatannya sih paling pada saat di dalam Transjakarta pengambilan gambarnya agak susah, karena kondisinya mobil sedang berjalan, jadi keadaan kamera tidak stabil,” kenangnya.

Yenny menekankan, kesan pada saat mengerjakan tugas produksi tv ini sangat menyenangkan. “Saya mendapatkan banyak pengalaman baru, serta merasakan proses produksi tv yang sesungguhnya. Walaupun mengalami proses yang panjang hingga ke tahap editing, dengan adanya kerja sama dan dukungan satu sama lain didalam kelompok, semua terasa lebih ringan karena beban dipikul bersama,” kata Yenny.

Sementara itu, Devina sang anchor juga ikut liputan sebagai cameraperson liputan Trans Jakarta. Ia mengeluh sempat dipersulit harus ke sana ke mari.

Vivi, reporter live di Bus Trans Jakarta menyatakan, pesan moral dari evaluasi project ini adalah persiapan yang harus matang. “Persiapan itu penting sebelum kita terjun langsung untuk liputan dan survei juga diperlukan,” katanya.

News anchor merangkap cameraperson Immanuela juga mengungkapkan banyak mendapat pengalaman baru yang banyak dan menyenangkan selama melalui proses pembuatan tugas UTS Produksi TV 1 pada semester ini.  “Kesan saya sangat senang dan mendapatkan banyak pengalaman baru serta pembelajaran baru dalam bekerja sebagai sebuah tim. Semoga saya dapat terus mengembangkan kemampuan saya di bidang jurnalistik ini, menjadi seorang jurnalis yang lebih handal dan sukses kedepannya,” harapnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *