CHECK IN: BTJ, BANDA ATJEH

Teurimong Gaseh Tuhan, terima kasih bisa kembali menginjak Aceh.

Ini kesempatan ketiga menginjak ‘Tanah Rencong’ setelah liputan megabencana tsunami pada Januari 2005
dan pengambilan gambar program current affair KompasTv ’Kata Kita’ 2013.

Enam tahun berselang, tampak nian perubahan pada kota ini. Juga pada gerbang pertamanya: Bandara Sultan Iskandar
Muda yang kian jelita. Demikian pula landmarknya, Masjid Raya Baiturrahman. Ada juga Fly Over Simpang Surabaya, dan kemajuan-kemajuan lain

Misi kali ini, mengawal event Deklarasi Geunting alias ‘Gerakan Upaya Pencegahan dan Penanganan Stunting’. Stunting, kondisi
kerdil secara tinggi badan dan juga otak kurang cerdas karena kurang gizi pada masa 100 hari pertambahan kehidupan anak jadi musuh
bersama bangsa ini.

Aceh ada dalam posisi tiga besar provinsi dengan prevalensi stunting tinggi setelah NTT dan Sulawesi Barat. Adapun Indonesia ada di
negara kedua di ASEAN -di bawah Laos- yang paling memprihatinkan tingkat stuntingnya

Kampanyenya sederhana: perhatikan pola makan, pola asuh serta tingkatkan akses pelayanan, termasuk sanitasi dan air bersih

Deklarasi Geunting berlangsung di Lapangan Blang Padang di jantung kota Banda Aceh. Sebuah spot penuh sejarah. Di sini ada replika Dakota RI-001 Seulawah, pesawat pertama Indonesia yang pengadaannya dibeli dari sumbangan rakyat Aceh.

Di ruang publik ini pula terdapat monumen ‘Aceh Thanks to The World’ sebagai simbol rasa syukur Aceh kepada relawan, LSM, lembaga-lembaga negara, perusahaan, sipil, dan militer baik nasional maupun internasional yang telah berpartisipasi dalam pembangunan Aceh setelah bencana Tsunami 2004.

Banda Aceh juga semakin menawan dengan menjamurnya taman-taman kota sebagai tempat kreasi dan rekreasi warganya.

Hanya dua malam di Banda Aceh, tapi kerinduan itu sudah terobati. Kota yang religius, ramah, menjalani kehidupan dengan santai, tapi punya harga diri tinggi. Itulah kenapa disebut ‘Daerah Istimewa’, menolak takluk pada penjajah

God bless Aceh, Peace Be With You, Semoga menjadi nanggroe yang darussalam, negeri yang damai selalu…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *