Menjelajah Negeri Singa

Merlion, Universal and Sentosa Island, Chinatown, Orchard and many more Perjalanan, menyusuri kota baru, negara-negara baru, bagi kami adalah persoalan menambah referensi, dan memupuk kepercayaan diri, terutama bagi anak-anak, generasi penerus keluarga kami

Hunts Wild Dolphins

“Salah satu hal yang tak bisa dirupiahkan adalah membelikan kenangan indah bagi anak-anak kita di masa kuat pembentukan memori mereka…”

(Lovina Beach, Buleleng, 27 Juni, 2017)

Einzel’s Mini Movie

Saya cuma mau cerita, mini movie ini dibuat pada hari ini oleh anak sulung saya, Mikhael Einzel, 9 tahun, kelas 4 SD dengan perangkat gawai Asus

Ketika Kami Menikah

“Kami memang selalu ditemani oleh ketidakpastian. Itu secara sadar kami ambil dalam kehidupan kami, ketidakpastian itu…”

  • Agriceli Harlindawati, 19 Agustus 2006

“Ada sebuah ungkapan: lebih baik ditertawakan karena tidak menikah daripada menikah tapi tidak bisa tertawa. Akhirnya, saya memutuskan untuk menikah sambil tertawa.”

  • Jojo Raharjo, 19 Agustus 2006

Mensyukuri #38 Penuh Harapan

Bertambah satu tahun usia. Bertambah satu tahun kepercayaan hidup untuk lebih berguna.

Di Hawaii, menatap masa depan penuh harapan. Jalan masih panjang.
Di tepian Hawaii, menatap masa depan penuh harapan. Jalan masih panjang.

Terimakasih untuk setiap kawan yang sudah mengucapkan selamat bertambah usia, lewat apapun platformnya: media sosial ala Facebook, Twitter, What’s App Application, Blackberry Messenger, ataupun ucapan selamat secara langsung. Bersyukur dan bersyukur. Itulah penekanan atas bertambah usia ke-38 pada 5 Agustus ini.

Seorang sahabat baik dari Surabaya berkirim pesan, mengucapkan selamat ulang tahun, dan semoga terwujud semua mimpi. Setelah berterimakasih, saya menjawab, “Mimpi apalagi? Anak sudah dua, sepasang. Pekerjaan juga baru…” Ia berbalas lagi, “Ya kan tiap orang punya harapan dan mimpi dalam hidupnya, Jo…”

Continue reading “Mensyukuri #38 Penuh Harapan”

Ziarah ke Lourdes van Java

Banyak pilihan tempat dikunjungi saat liburan datang. Bagaimana kalau menggabungkan perjalanan wisata sekaligus pembelajaran mengenal nilai-nilai spiritual?

Sendangsono sekeluarga. Wisata religi.
Sendangsono sekeluarga. Wisata religi.

Pilihan kami pada libur Idul Fitri kemarin jatuh pada Gua Maria Sendangsono. Selain letaknya terjangkau dari rumah Kwarasan, Yogyakarta –tak sampai dua jam perjalanan via Jalan Godean- juga karena faktor sejarah lokasi ziarah ritual itu.

Sebagaimana ditulis Harian Tanpa Batas, Gua Maria Sendangsono menjadi bagian tak terpisahkan dari rangkaian sejarah perkembangan gospel di nusantara. Kisah pembaptisan pribumi pertama di tempat itu dipandang sebagai lahirnya gereja Katolik perdana di pulau Jawa.

Sendangsono merupakan nama sebuah sumber air di dusun Semagung, desa Banjaroyo, kecamatan Kalibawang, kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta. Lokasinya berada di lereng selatan bukit Menoreh, sebuah hamparan perbukitan kapur sisi barat Yogyakarta. Tempat ini berada sekitar 30 kilometer dari kota Magelang dan bisa dicapai melalui Jalan Godean atau Jalan Magelang.

Continue reading “Ziarah ke Lourdes van Java”

Sepasang Rajawali Mencari Sakti

Pengalaman melepas anak di hari pertama sekolah selalu menimbulkan keharuan tersendiri.

Berita televisi di awal tahun ajaran baru menyajikan fenomena unik, khususnya dari desa dan kampung di pelosok nusantara. Pada hari pertama sekolah, anak-anak SD selalu bangun dini hari. Subuh mereka sudah ada di gerbang sekolah. Apa tujuannya? Berebut bangku. Jika tak datang pertama, mereka terancam tak mendapat posisi duduk terbaik sepanjang satu semester ke depan dan harus rela ada di deret belakang kelas. Sebuah sistem atau pola pembelajaran yang patut dikritisi. Tapi apa boleh buat, itulah faktanya. Sejak kecil mereka sudah diajar berkompetisi, bahwa hidup itu keras. Dan semua dimulai dari bangun pagi.

Continue reading “Sepasang Rajawali Mencari Sakti”

Mudik dan Gambaran Ketimpangan Jawa Non-Jawa

Banyak pelajaran bisa dipetik dari tiap berlangsungnya musim arus mudik dan balik. Salah satu di antaranya, soal jargon ‘pembangunan’ di Indonesia yang masih saja berat sebelah.

Antrean di exit Tol Cikopo. Jawa jadi ekspos besar pantauan arus mudik dan balik Lebaran.
Antrean di exit Tol Cikopo. Jawa jadi ekspos besar pantauan arus mudik dan balik Lebaran.

Tak seperti beberapa Lebaran sebelumnya, tahun ini kami sekeluarga mengikuti ritual kultural mudik dan balik, sebagaimana dihelat jutaan orang negeri ini. Setelah tiga hari raya Idul Fitri ‘pass’ ke Yogyakarta sejak kehadiran anak kedua, kali ini kami mengikuti agenda sebagian besar penduduk Indonesia. Termasuk di dalamnya, acara bermacet-macet di jalan secara ‘brutal’. Ada yang menyenangkan juga dari sisi sampingan perjalanan super panjang 25 jam arus balik Yogya ke Tangerang, kami bisa menyaksikan spot-spot yang jarang terlintas di kepala: Kebumen, Wangon, Lumbir, Sumpiuh, Majenang, sampai ‘terbuang’ ke Majalengka.

Continue reading “Mudik dan Gambaran Ketimpangan Jawa Non-Jawa”