Ruangan Baru BOPI

Badan Olahraga Profesional Indonesia punya kantor baru. Senengnya, tumpengan ruangan baru BOPI. Masih di komplek Kemenpora, cuma kali ini agak depanan dikit. Di Gedung Pusat Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Keolahragaan Nasional (PPITKON) Kementerian Pemuda dan Olahraga, yang dulu dipakai INAPGOC saat perhelatan Asian Para Games 2018.

Continue reading “Ruangan Baru BOPI”

Surat Balasan untuk Presiden Persebaya: Bonek Berterimakasih, Tetap Ingin Dimanusiakan

CAK Aza, atau Mas Ulik… saya masih ingat benar adegan sore itu. Saat itu saya masih bekerja sebagai Tenaga Ahli Madya Bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi Kantor Pusat Presiden. Sehari-hari bertugas meliput, menulis, dan menyebarkan kegiatan Kepala Staf Kepresidenan yang kala itu dijabat Kang Teten Masduki.

Rabu, 6 September 2017, sore. Tak ada lagi jadwal Kang Teten yang harus saya liput. Santai-santai saja, menunggu waktu pulang kerja sembari menanti macet ibu kota Jakarta jam pulang kantor.

Continue reading “Surat Balasan untuk Presiden Persebaya: Bonek Berterimakasih, Tetap Ingin Dimanusiakan”

Promosi-Degradasi, Pertaruhan Gengsi, Reputasi dan Isi Tas

TERJAWAB sudah kepingan terakhir Liga 1 musim 2019 setelah gelar juara milik Bali United, tim jelmaan Putera Samarinda, yang dua musim sebelumnya gagal juara di hari-hari terakhir musim kompetisi.

Bali dipastikan juara saat liga masih menyisakan empat pertandingan. Tak heran, kala menjamu PS Tira Persikabo di Gianyar, klub berjuluk ‘Serdadu Tridatu’ ini tak didampingi pelatih Stefano Teco Cugurra dan tanpa sepuluh pemainnya yang sudah berlibur. Continue reading “Promosi-Degradasi, Pertaruhan Gengsi, Reputasi dan Isi Tas”

Ayo Duta Sepak Bola Jatim, Raih Juara di Manila!

SELANGKAH lagi, tim nasional sepak bola Indonesia mengulang sejarah 4 Desember 1991. Dua puluh delapan tahun silam!

Pada tanggal itu, sepak bola Indonesia memiliki momentumnya. Mendapatkan emas kedua dalam sejarah SEA Games, perhelatan olahraga negara se Asia Tenggara, yang belum bisa terulang sampai hari ini.

Empat tahun setelah meraih emas di Senayan, SEA Games Jakarta 1987, timnas Indonesia kembali menembus final SEA Games Manila 1991. Dua adu penalti menjadi kebanggaan kiper Eddy Harto sebagai pahlawan: di semifinal melawan Singapura, dan di babak pamungkas menjungkalkan Thailand. Dua-duanya berakhir dengan adu tos-tosan setelah waktu normal tanpa gol. Continue reading “Ayo Duta Sepak Bola Jatim, Raih Juara di Manila!”