Bicara Teknis tanpa Harus Menjadi Rumit

Dalam jurnalisme televisi, yang penyajian paket liputannya tak boleh terlalu panjang, kadang tak bisa menghindarkan diri dari liputan amat teknis. Kuncinya, bagaimana mengemas dan ‘menghidangkan’-nya ke pemirsa, tanpa membuat kening penikmatnya jadi berkerut.

Kali ini, kita membahas liputan Gerhana Matahari Sebagian di Planetarium Jakarta karya trio Debora Darmawan, Esther Suhana, dan Felita Herlina. Karena itulah, mereka memberi nama stasiun penyiarannya sebagai ‘DEF News’. Dalam durasi 2 menit 50 detik, mereka fokus pada angle “Bagaimana cara pengunjung Planetarium menyaksikan gerhana matahari”.

Continue reading “Bicara Teknis tanpa Harus Menjadi Rumit”

Fokus pada Angle: Cara Unik Menikmati Gerhana

Masuk ke sebuah peristiwa besar seperti masuk ke hutan belantara yang penuh dengan aneka pohon. Kelompok ini memilih fokus pada satu ‘pohon’: liputan dengan Gerhana Matahari, dengan angle spesifik.

Mereka hanya bertiga – Karisma Indrajayanti, Rio Ebenhezer, dan Jhonathan Areasta- namun bisa memilih topik yang lebih fokus: bagaimana pengunjung Planetarium menikmati Gerhana Matahari dengan sarana sederhana. Tak ada rotan, akar pun jadi. Tak kebagian kacamata gratis, pengunjung Planetarium berkreasi dengan membawa slide bekas rontgen, atau plastik pembungkus air mineral sebagai alat mengintip matahari yang tengah diselimuti bulan.

Continue reading “Fokus pada Angle: Cara Unik Menikmati Gerhana”

Bicara Detail, Bicara Proses

Liputan proses nonton bareng Gerhana Matahari Parsial di Jakarta. Dikerjakan secara utuh, dieksekusi dengan runut.

Menyaksikan liputan karya Chintya, Dea Satriani, Lucia Gilberta Vania, Muhamad Farid Hardika dan Rina Ayu Larasati, tampak kerja keras gabungan dari pasca produksi (perencanaan), proses produksi (peliputan), serta pasca-produksi (editing) yang dikerjakan dengan matang dan penuh kehati-hatian.

Continue reading “Bicara Detail, Bicara Proses”