Hidup Berkelimpahan: Tertolak dan Menjadi Berkat

Banyak orang mengartikan hidup berkelimpahan dengan hidup mapan, karir, keluarga baik-baik, tabungan dan deposito terus bertumbuh, dan lain-lain.

Kita mengejar kesuksesan dengan harapan memuaskan kita. Tapi, banyak orang memiliki banyak hal, tapi mengalami banyak kekosongan diri.

Agustinus, Bapak Gereja dari abad keempat, mengatakan bahwa, ”Dalam hidup ini, ada kekosongan cinta yang hanya bisa dipenuhi oleh Allah Sang Pencipta dalam Yesus Kristus.”

Yang terpenting bukan banyak materi, jabatan, atau status sosial, tapi kualitas hidup yang terhubung dengan sumbernya. Apapun status sosialnya.

Ketika Yesus hadir memenuhi hati seseorang, ia akan merasa kepuasan dan hidupnya akan berubah, berpusat pada Tuhan. Hidup yang penuh konflik menjadi penuh pengampunan. Hidup yang peuh kekecewaan, menjadi damai. Hidup yang mementingkan diri sendiri, berubah peduli pada orang lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published.