Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) tak bisa lepas dari peran penting wartawan, terutama jurnalis Kristiani, untuk selalu menyebarluaskan narasi positif tentang organisasi.
Kedua pihak memiliki hubungan yang saling membutuhkan, baik sebagai narasumber terkait isu-isu kekristenan, maupun sebagai awak media yang memerlukan kutipan menyuarakan kebenaran dalam berbagai persoalan bangsa ini.
Pernyataan itu disampaikan Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat GAMKI Sahat Sinurat dalam Ibadah Awal Tahun sekaligus Silahturahmi bersama Wartawan Kristen di Sekretariat DPP GAMKI, Jalan Cirebon 17, Menteng, Jakarta Pusat.
Sahat memaparkan berbagai kegiatan yang dilakukan GAMKI di kantong-kantong kekristenan, antara lain melakukan pengembangan UMKM dan pariwisata di Sumba, menggelar pelatihan di Mentawai, serta baru-baru ini menginisiasi ’Gerakan 10 Ribu Buku dan Alat Tulis’ sebagai respon atas meninggalnya seorang pelajar di Ngada, NTT.
“Kami (GAMKI) ingin memastikan ke depan tidak ada lagi anak yang merasa putus asa hingga nekat melakukan tindakan serupa hanya karena keterbatasan ekonomi,” kata Sahat.

Juga terkait isu nasional yang sedang mengemukan, DPP GAMKI menyesalkan sikap Wali Kota Medan Rico Waas yang enggan mencabut Surat Edaran terkait pelarangan penjualan daging babi di kota Medan yang belakangan ramai dan meresahkan.
“Kami meminta Wali Kota Medan segera menarik Surat Edaran tersebut karena jelas bertindak diskriminatif karena menyasar hanya pedagang daging babi. Ini sangat meresahkan masyarakat dan Wali Kota harus menjaga kondusifitas,” tegas Sahat.
Sahat mengatakan, dia juga turun langsung ke sana mengawal bersama DPD GAMKI Sumatera Utara dan DPC GAMKI Medan telah menyaksikan sendiri situasi di lapangan.

Pelayanan Firman Tuhan pada Ibadah Awal Tahun DPP GAMKI dan Jurnalis Kristen ini disampaikan Sekretaris Eksekutif Bidang Keadilan Perdamaian PGI Pendeta Etika Saragih berdasar tema ’Mengembangkan Talenta Untuk Kemuliaan Tuhan’ (Kolose 3:23-24).
”John Newton penulis lagu ’Amazing Grace’ dalam lagunya memberi makna yang dalam serta mengingatkan kita bahwa begitu besar kasih karunia Tuhan dalam hidupnya. Begitu juga dengan kita,” kata Pendeta Etika.
”Dulu aku buta, sekarang aku melihat. Begitu nyata kasih Tuhan mampu mengubahkan hidup sepenuhnya,” lanjut Etika mengutip lagu termasyhur itu.
Ia menekankan, setiap dari kita memiliki talenta yang dikaruniakan oleh Tuhan tanpa terkecuali. ”Kita dipanggil untuk mengenal apa panggilan kita, dan apa yang Tuhan mau dalam hidup kita melalui talenta yang kita miliki,” jelasnya.

Etika melanjutkan, kita dituntut tidak hanya bekerja keras dan bekerja cerdas, tetapi bekerja dengan totalitas.
”Setiap apa yang kita lakukan bukan hanya sekadar aktivitas, namun karena panggilan hidup kita,” pungkasnya.
Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia (Pewarna) Yusuf Mujiono, perwakilan Persatuan Wartawan Media Kristen Indonesia (Forwamki) Boy Siahaan dan Ketua Harian Forum Jurnalis Batak Hijot Marlungga mengapresiasi ibadah dan pertemuan GAMKI bersama jurnalis.
”Semoga acara seperti ini bisa lebih sering diselenggarakan, dengan demikian ikatan batin kami selaku pencari berita -khususnya untuk memperjuangkan suara kenabian di Indonesia- dengan GAMKI terus terbangun. Selama ini kami melihat GAMKI konsisten kritis bersuara demi tegaknya toleransi dan pluralisme di Indonesia,” kata Yusuf Mujiono.


