Promises: Doa dan Air Mata

Pernah merasa dunia seolah runtuh? Dalam momen seperti itu hanya tersisa satu bahasa: air mata.

Raja Hizkia yang telah mengalami reformasi rohani untuk negerinya, tak luput dari hal ini. Hizkia melakukan apa yang benar di mata Tuhan, tepat seperti yang dilakukan Daud, bapa leluhurnya.

Kadang Tuhan mengizinkan kita mendengar vonis mematikan, bukan untuk menghancurkan, tapi untuk mengetahui kepada siapa kita berpaling. Kepada Tuhan yang Mahakuasa atau yang lain.

Tak ada rasa malu, ia menangis dengan sangat. Rapuh, terbatas, dan tak berdaya sama sekali. Ada tersirat di balik doanya, ”Jika masih mungkin izinkan melanjutkan hidup bersamaMu.”

Tuhan mendengar doa dan mellihat air matanya, dan berjanji akan menyembuhkanNya. Tuhan menambahkan usia Hizkia 15 tahun lagi.

Beberapa hal bisa kita petik dari renungan ini:

Akui dan bertobatlah jika ada dosa.

Kembangkan keakraban dengan Tuhan melalui Firman, doa, dan ketaatan.

Hadapilah kabar buruk dengan berpaling kepada Tuhan meski hati serasa hancur.

Berdoalah to the point, apa adanya dengan hati yang jujur.

Leave a Reply

Your email address will not be published.