Markus 6:38-42 berkisah tentang pelipatgandaan berkat Tuhan.
Setiap dari kita berharap berkat Tuhan, di semua sektor kehidupan kita. Namun, kita seringkali seperti murid-murid Tuhan Yesus. Tenaga, uang, waktu sangat terbatas. Seperti lima roti dan dua ikan, terasa mustahil untuk memenuhi kebutuhan kita dan orang-orang di sekitar kita.
Ironisnya, pada seperti ini, kita jadi protektif menggenggam erat berkat kita yang terbatas itu. Sebaliknya, sekecil apapun berkat kita kalau kita serahkan padaNya, Ia akan melipatgandakan sehingga bisa memberkati banyak orang.
Berkat dimulai dari hati Yesus yang tergerak oleh belas kasihan.
Berkat dilipatgandakan saat kita mempercayakannya kepada Tuhan.
Yesus tahu apa yang akan Ia lakukan, tapi ia ingin melibatkan para murid dalam mujizat ini, sekaligus mengubah pola pikir mereka.
Yesus ingin mereka belajar, meski masalah itu besar dan sumbernya kecil, tapi kalau dibawa kepada Tuhan, maka mujizat akan terjadi. Lima roti dan dua ikan benar-benar mustahil untuk mencukupi lima ribu orang.
Proses pelipatgandaan menjadi titik balik. Berkat yang kita percayakan kepada Tuhan, akan Ia lipat gandakan dan jadi berkat bagi sesama. Makan sampai kenyang, penuh berkat sampai melimpah.
Ketika Ia bertindak, hasilnya tak hanya cukup, tapi juga berkelimpahan. Sering kita takut kekurangan, tapi kisah ini mengingatkan bahwa sumber kita adalah Tuhan yang tak terbatas kuasaNya.
Sisa dua belas bakul, artinya persediaan Tuhan tak terbatas. Dengan membagi-bagikannya kepada orang banyak, mereka mengutamakan kebutuhan dan pelayanan orang lain, baru memikirkan diri sendiri. Akhirnya, mereka mendapat tambahan satu bakul. Prinsipnya, mereka yang melayani Tuhan dengan cara apapun tidak akan kekurangan.
Tuhan tidak meminta yang tidak ada pada kita. Sedikit berkat yang ada pada kita, apabila kita serahkan dan percayakan pada Tuhan, Ia akan melipatgandakan dan berguna bagi orang lain.
Dua prinsip penting:
Pertama, apa yang diserahkan kepada Tuhan dengan iman, akan dilipatgandakan olehNya.
Kedua, berkat bukan seberapa besar atau kecilnya yang kita miliki, tetapi kepada siapa kita menyerahkan dan mempercayakanNya.
Tuhan meminta yang kita miliki.
KehendakNya, Tuhan ingin memberkati anak-anakNya.
Sekecil atau seberapapun yang kita serahkan atau percayakan kepadaNya, Ia akan lipatgandakan.
Orang-orang yang melayani Tuhan dengan cara apapun, tidak akan pernah kekurangan.
Selengkapnya

