Yesus telah menyelesaikan misi keselamatan bagi orang berdosa.
Getsemani menjadi tempat pernyataan kesedihanNya. Ia sangat sedih, karena akan dikhianiati salah satu orang pilihannya. Lebih dari semua itu, Ia akan berpisah dengan Bapa, karena menanggung dosa manusia. Ini bukan lambang kelemahan, tapi simbol ketaatan.
Cawan adalah simbol kesengsaraan, dosa, momentum perpisahanNya dengan Bapa. Getsemani, tempat penyerahan dan ketaatanNya.
”Jangan seperti yang Kukehendaki, tapi seperti yang Kau kehendaki.” Ini bagian dari penyerahan diri untuk menjalankan misiNya demi penyelamatan umat manusia.
Salib Golgota, tempat salib dan pengampunan. Wujud kasih tanpa syarat, kasih yang mendasari pengampunan.
Putusnya keakraban dengan Bapa menjadi realitas paling kelam yang Ia alami. Ia yang tak mengenal dosa dibuatnya menjadi dosa karena kita. Ia mengalami yang harusnya kita alami: terpisah dengan Allah untuk selama-lamanya.
Ketika kita menyelaraskan kita dengan kehendak Allah, maka kita akan lega dan damai.
Getsemani dan Golgota relevansi dengan kita:
1. Taat pada Tuhan saat pergumulan.
2. Berdoalah. Doa adalah tempat kemenangan.
3. Peka secara rohani dan berjaga-jaga.
4. Hidup dalam kasih dan pengampunan.

