Tips Komunikasi dan Menjalin Relasi dari Oscar Garcia: Relationship First, Business Second

Dalam event #AlumniAS Network Summit! ada insight menarik disampaikan Oscar Garcia, salah satu pembicara yang khusus datang dari Amerika Serikat.

Kamis, 9 April 2026 di At America Pasific Place, Jakarta, Oscar, pendiri Aspira Consulting, jadi pembicara sepanel dengan pakar cybersecurity Damar Juniarto. Aspira Consulting merupakan sebuah perusahaan di Silicon Valley yang berfokus pada pengembangan diri dan komunikasi.

Oscar memulai presentasinya dengan mengungkapkan topik ‘entrepreunership networks that work’.

“Saya akan mengawali bagaimana membangun network dari perspektif seorang introvert. Saya ingin buktikan kepada Anda bahwa seorang introvert pun bisa jadi pembicara training dan pergi ke berbagai penjuru dunia,” ucapnya.

Oscar berkata, yang membedakan dirinya yang seorang introvert dengan saudara laki-laki ekstrovertnya, yakni ia lebih suka menyendiri di kamar menonton televisi, tanpa ada yang mengganggunya. Sementara saudaranya -usai berbicara dengan seseorang- lebih suka mengundang orang lain itu untuk makan bersamanya.

Untuk itu, Oscar memberi tips bagi seorang introvert yakni untuk membangun ‘networking’. Jejaring.

“Salah satu caranya yakni ‘simply being a friend’. Just a friend. Jangan terlalu rumit,” sarannya.

Why do network fails? Oscar pun mengulasnya.

Pertama, kita terlalu mengidolakan konsep ’solopreneur’. ”Saya tak percaya pada eksistensi solopreneur. Contohnya, saya ada di sini bukan karena diri sendiri, tapi ada orang lain di belakang saya yang membantu saya,” terangnya.

Oscar kemudian mengajak kita untuk mengubah pola pikir dari ’The Transactional Networker’ menjadi ’The Ecosystem Architect’.

Ciri-ciri ’The Transactional Networker’ yakni mengumpulkan kartu nama dan nomer kontak, hanya mengambil nilai ketika mereka membutuhkan sesuatu, beraksi secara sporadis dan responsif. Dan hasilnya: membangun daftar yang stagnan.

Sebaliknya, ’The Ecosystem Architect’ punya ciri: membangun kepercayaan yang mendalam dan ‘mutual respect’, menawarkan nilai dengan proaktif dan murah hati, terus konsisten untuk hubungan jangka panjang. Dan hasilnya: menumbuhkan ekosistem yang berkembang.

“Penting bagaimana menjalin hubungan mutual dan meraih kepercayaan dari yang lain. Tidak menuntutnya, tapi earn it, dapatkan itu,” jelasnya.

Kedua, kita terlalu berfokus pada diri sendiri.

“Secara natural, sebagai manusia, kita memang ‘selfish’. Sejak usia bayi hingga dewasa. Meski orangtua kita menasihati agar kita berbagi, tapi kerap egois. Tapi, kita bisa ubah kebiasaan itu. Bukan berpikir semuanya untuk kita, tapi manfaat dan nilai apa yang bisa kita berikan kepada sesama,” lanjutnya.

Oscar menuturkan, jangan hanya mengumpulkan kontak, tapi bangun kepercayaan, tanamkan nilai, dan terus konsisten untuk hubungan jangka panjang.

“Saya belajar banyak dari ayah saya. Beliau selalu berpesan, ‘relationship first, business second’. Menjalin hubungan itu yang terutama, urusan bisnis nomor dua,” tukasnya.

Ia mengkritik perilaku yang terjadi di banyak tempat di belahan bumi ini, tak hanya di Indonesia. Orang hanya sibuk berkirim pesan dan terfokus terus melihat ponselnya. “Their cell phone becomes their best friends,” katanya.

Selanjutnya, Oscar mengajak kita belajar dari empat jenis relasi yang bisa dibangun dengan orang lain.

Pertama, sebagai partner. Membangun hubungan dengan orang dan organisasi, bukan hanya dengan orang-orang yang Anda kenal, tetapi orang-orang yang dapat Anda ajak bekerja sama secara bermakna.

Kedua, sebagai customers. Di sini kita harus memahami kebutuhan nyata, menjangkau pengguna nyata, dan menciptakan nilai nyata bagi mereka.

Ketiga, sebagai mentor. Orang-orang yang mempertajam diri Anda, mereka yang meningkatkan kemampuan penilaian Anda dan membantu Anda menghindari kesalahan.

“Guru yang baik dulunya adalah seorang murid yang baik. Karena itu, milikilah mindset untuk terus belajar, jangan pernah merasa lelah untuk belajar,” tukasnya.

Keempat, sebagai modal. Tidak, ini bukan soal uang. Meski uang itu penting untuk mengembangkan bisnis. Tapi, ini tentang pentingnya menjalin hubungan dengan ‘social capital’ dan ‘community capital’.

Lalu, pria berdarah Meksiko-Amerika ini meminta peserta acara berbuat konkret secara sederhana. “Ambil HP Anda. Cari kontak orang yang tak pernah anda hubungi dalam 6 bulan terakhir atau lebih. Coba sampaikan chat segera, ‘Halo, Hi, sebutkan namanya bahwa Anda hanya ingin menyapa’. Apakah dia membalas cepat, atau menyangka anda akan pinjem duit,” selorohnya.

“Saya juga merasa diperlakukan demikian. Seseorang yang tak berkomunikasi bertahun-tahun, tiba-tiba bertanya apa kabar, dan kemudian mengungkapkan kebutuhannya. I feel used,” ceritanya.

Di akhir, Oscar memberi tips bagaimana mengubah orang asing menjadi teman.

“Berilah tanpa mengharapkan imbalan, berikan dukungan tulus kepada orang lain, maka pertumbuhan menanti di dalam koneksi itu,” pungkasnya.

Selengkapnya di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published.