GMS Manado Selatan, 11 Oktober: No One Can’t Stand Alone

Senang sekali bisa beribadah di GMS Manado Selatan, kawasan pertokoan Bahu. Gembala sidang Pendeta Frengky Pahibe berbagi Firman Tuhan dari Keluaran 17: 8-16, kala Israel berperang melawan Amalek dan Musa berdoa dari puncak bukit.

”Kalau ada masalah, sebagai seorang pemimpin kita harus naik ke tempat tinggi, membawa semua kepada Tuhan. Tetap berserah kepada Tuhan, jangan under estimate musuh kita,” kata Pendeta Frengky.

Pendeta Frengky menekankan untuk jarus tetap berjuang bersama Tuhan.

”Di hidup ini jangan terlalu sombong, jumawa dengan yang kita miliki. Waktu Musa angkat tangan, itu pertanda Ia mengandalkan Tuhan,” jelasnya.

Maka penatlah tangan Musa. Dalam hal ini, kalau Musa mau ’show off’ saja. dia pergi sendirian di bukit.

”Jangan jadi single fighter. Sekuat dan semandiri kita, kita butuh orang berjuang menopang kita,” tegasnya.

Who is your partner prayer? Tanya Pendeta Frengky. Ia menekankan, kita sharing mendoakan. Ada waktunya kita saling mendoakan, menguatkan di masa-masa tidak ideal.

”Itulah gunanya komunitas rohani, karena dalam hidup kita tak selalu happpy. No one can’t stand alone,” tegasnya.

Frengky menganalogikan, untuk menajamakan, pisau harus harus ditajamkan, dengan cara menggesekkan, saling adu.

“Justru gesekan itu penting. Semua yang berdekatan pasti bergesekan,“ ucapnya.

Frengky pun mengingatkan, berjuang tak bisa mengeliminasi berserah pada Tuhan. Begitupula sebaliknya.

Di sini ditekankan, Tuhan menghapus ingatan orang Amalek karena mereka mengganggu umat pilihan Tuhan.

Bagian kita tetap berserah pada Tuhan dan berjuang pada Tuhan. ”Jangan naik dengan menginjak kepala orang. Kebenaran akan menemukan jalannya sendiri. Kejarlah perkenanan Tuhan, maka pembelaanNya akan bersama kita,” paparnya.

Ditambahkan, hanya orang yang mengejar perkenanan akan mendapat pembelaan. Tuhan terkadang mengizinkan orang-orang Amalek untuk menyerang umat pilihanNya

”Kita butuh peng-coveran dari pemimpin rohani. Sekuat dan semandirinya seseorang, tetap butuh komunitas rohani yang saling menguatkan di saat pergumulan terjadi,” ungkapnya.

Frengky mengakhiri, kemenangan terjadi ketika ada kesepakatan untuk berserah dan berjuang. ”Untuk itu, jangan quit gara-gara gesekan,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.