Irak Game, Bermain Panas Tapi Tetap Kalah

Menjelang pertandingan kelima kualifikasi Piala Dunia 2026 melawan Irak, Shin Tae Yong meminta agar laga diubah jadi main pukul 16.00 WIB. Lazimnya, laga di Gelora Bung Karno berlangsung malam hari. Apalagi, Kamis 6 Juni 2024 termasuk hari kerja. Orang kantor baru selesai kerjaan di atas jam lima sore.

Alasan mengubah main sore karena berharap pemain Irak tak siap dengan kelembapan udara Jakarta. Meski dalam jumpa pers, pelatih Irak asal Spanyol Jesus Casas mengelak pengaruh itu.

“Saya pikir yang paling penting dalam sepak bola adalah ini,” ujar Jesus Casas seraya tersenyum sambil memegang bola.

“Jika kami menguasai bola, itu tidak masalah. Jelas pemain Timnas Indonesia terbiasa dengan kondisi ini, dengan kelembapan ini,” tutur Jesus Casas.

Asisten pelatih Timnas Indonesia Nova Arianto, dikutip Bola.com sempat menyatakan bahwa pemain dari Timur Tengah, termasuk Irak, “Malas berlari jika bermain sore hari karena suhunya berbeda.”

Faktanya, di depan 60.245 pasang mata di Senayan, Indonesia kalah 0-2 di kandang. Sebenarnya hal yang tak terlalu mengagetkan. Peringkat kedua negara di ranking FIFA pun terpaut amat jauh. Indonesia di peringkat ke-134 dunia, sementara pasukan ‘Singa Mesopotamia’ di posisi ke-58.

Kiper tim nasional sepak bola Indonesia, Ernando Ari, melakukan blunder yang membuat Timnas Irak emperbesar keunggulan menjadi 0-2, sekaligus menang dalam pertandingan Kualifikasi Piala Dunia Zona Asia putaran kedua di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis.

Kesalahan fatal itu terjadi di menit 87 saat Ernando tidak mampu menerima bola dengan baik hasil operan Asnawi Mangkualam.

Ernando yang tampak meragu, justru memainkan bola di dekat dua pemain Irak yang sedang berada di depannya.

Mohanad Ali Kadhim mencoba merebut bola yang akhirnya terlepas dari Ernando. Ali Jassim yang berada di dekat keduanya, mengambil bola yang bergulir bebas dan mengecoh Ernando melalui “keeping” bola yang baik, sehingga melewati kiper timnas Indonesia tersebut.

Tanpa ragu, bola ditendang oleh Jassim tanpa pengawalan kiper.

Sementara itu, gol pertama Irak tercipta melalui tendangan penalti Aymen Hussein yang berhasil membobol gawang Ernando Ari pada menit 52.

Hadiah penalti itu didapat, saat pemain Irak mencoba mengumpan ke sisi dalam kotak penalti Indonesia.

Namun, umpan itu justru kena tangan Justin Hubner yang dinilai melanggar peraturan, sehingga wasit Shaun Evans asal Australia memberi penalti kepada Irak.

Selama babak kedua, kedua timnas melakukan banyak pergantian pemain.

Pada menit awal babak kedua, pemain Irak, Ali Jasim dan Youssef Wali masuk menggantikan Bashar Bonyan dan Zidane Iqbal.

Strategi itu terbukti efektif, karena skuad Garuda asuhan Shin Tae-yong (STY), terkurung untuk bertahan di setengah lapangan pertandingan.

Merespons hal itu, STY memasukkan sekaligus Asnawi Mangkualam, Pratama Arhan, dan Ivar Jenner pada menit 64, guna menggantikan Shayne Pattynama, Thom Haye, dan Sandy Walsh.

Namun, strategi itu tidak berjalan maksimal. Bahkan, permainan Indonesia terlihat terburu-buru dalam menyerang, berbeda dibandingkan dengan babak pertama yang mampu menahan imbang Irak dengan skor 0-0.

Pada menit 73, Irak justru mendapat tendangan penalti kembali. Namun, tendangan Aymen Hussein melambung di atas gawang, sehingga gagal menambah keunggulan.

Setelah terlihat buntu di lini serang, STY kembali melakukan pergantian pemain. Kali ini, Rafael Struick diganti Yakub Sayuri pada menit 74.

Setelah itu, peluang emas sempat terjadi melalui umpan langsung dari Ernando yang jauh ke depan, sehingga dikejar oleh Ragnar Oratmangoen.

Hingga menit akhir pertandingan, Indonesia tidak mampu mengejar atau mempertipis skor, sehingga harus menelan pil pahit kekalahan 0-2 dari Irak. Dalam laga ini Indonesia bermain dengan 10 orang karena kapten Jordi Amat diusir wasit melalui kartu merah langsung karena dianggap melakukan pelanggaran keras di menit ke-59.

Dalam laga yang harga tiketnya naik 150 persen dibanding pertandingan lawan Vietnam ini, saya kembali bertemu Pak Guru Hanafi alias Boas, pencinta timnas dan Liverpool asal Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan. Boas selalu datang semampunya saat timnas bertanding.

Salut!

Leave a Reply

Your email address will not be published.