Istana, Taman, dan Rumah Lahir Bung Hatta: Sosok Pemimpin nan Sederhana

Ada yang kurang kalau ke Bukittinggi kalau belum singgah ke Museum Kelahiran Bung Hatta. Dwitunggal Proklamator sahabat karib Bung Karno.

Rumah Kelahiran Bung Hatta menjadi tempatnya menghabiskan masa kecil sampai berusia 11 tahun. Dari ELS di Bukittinggi. Bung Hatta melanjutkan pendidikan menengah di MULO kota Padang, lalu melanjutkan pendidikannya ke Prins Hendrik School (PHS) di Batavia, yang sekarang dikenal sebagai Jakarta.

Setelah menyelesaikan pendidikan menengahnya, Hatta melanjutkan studi ke Handels Hooge School, sebuah sekolah dagang di Rotterdam, Belanda, antara tahun 1921 hingga 1932.

Sementara Istana Bung Hatta -satu area dengan Taman Bung Hatta- menjadi tempat kediaman Wakil Presiden pada 1947-1948. Pada September 1947, Hatta menerima delegasi Komisi Tiga Negara (KTN) yang mengawasi gencatan senjata antara Indonesia dan Belanda di gedung ini.

Bersamaan dengan kunjungan KTN, sekitar 15 ribu pemuda yang tergabung dalam Barisan Pengawal Nagari dan Kota (BPNK) melakukan arak-arakan membawa bambu runcing dan menyampaikan hasrat ingin merdeka di depan istana.

Lamat-lamat, terdengar lagu ‘Bung Hatta’ yang diciptakan Iwan Fals pada 1981, setahun setelah Hatta wafat…

“Tuhan terlalu cepat semua
Kau panggil satu satunya yang tersisa
Proklamator tercinta
Jujur lugu dan bijaksana
Mengerti apa yang terlintas dalam jiwa
Rakyat Indonesia…”

Leave a Reply

Your email address will not be published.