Padang, Tempat Ngopi Menyenangkan

Padang menjadi kota yang menyenangkan. Banyak tempat ngopi kekinian bertebaran di sini. Roemah Pasir salah satunya.

Kapan terakhir kali Anda ke Sumatera Barat? Kalau saya, ya lebih dari lima tahun silam. Sebelum pandemi. Pertama ke Padang saat gempa bumi hebat mengguncang ranah Minang 2009. Kali ini, kembali ke Padang, situasinya amat berbeda. Makin modern, maju maju, dan makin mengasyikkan.

Salah satu spot itu yakni Roemah Pasir. Lokasinya di Padang Pasir, Kecamatan Padang Barat. Di gang bersebelahan dengan Hotel Santika. Tempat nongkrong 24 jam bertagline ’Cozy Coffee Spot with Local Flavors in Padang’.

Menunya dari Nasi Goreng Kampung, Nasi Ayam Geprek, sampai Dendeng Balado. Minumnya pun beraneka. Ada ‘espresso base’ model Caramel Machiato, Picolo, Es White Mocca, sampai Es Kopi Susu Rumah, dan Es Kopi Susu Pasir.

Ke Padang juga jangan lupa mampir ke kawasan ikonik macam Titik Nol Kota Padang. Berada di Seberang Lapangan Imam Bonjol, Antara menulis perlu ada ekspose lebih terhadap keberadaan Titik Nol Kilometer Sumatera Barat di persimpangan Jalan Bagindo Aziz Chan – Jalan M. Yamin dan Jalan Proklamasi, Alang Laweh, Padang Selatan. Titik ini menjadi penanda awal jarak ke seluruh wilayah di provinsi Sumatera Barat.

Keberadaan titik nol memiliki arti yang penting, bukan hanya sekedar simbol, tetapi juga sebagai acuan dalam Pembangunan dan pengukuran infrastruktur, semua proyek jalan dan petunjuk jarak dimulai dari titik ini.

Plt Gubernur Sumatera Barat saat itu, Audy Joinaldy resmi menetapkan titik nol kilometer Sumatera Barat, Selasa 1 Oktober 2024.  

“Selain penetapan lokasi, juga akan dibangun landmark penanda lokasi yang instagramable. Rencananya landmark dimaksud dibangun sebagus mungkin sehingga menarik perhatian masyarakat,” kata Audy Joinaldy.

Audy Joinaldy menjelaskan, adapun inisiatif penetapan lokasi berawal dari kunjungannya ke berbagai daerah di Sumatera. Karena dari kunjungan itu menyadari hanya Sumbar yang belum memiliki titik nol kilometer.

Meski fungsi titik nol penting, keberadaan titik nol ini belum banyak dikenal masyarakat luas. Tak seperti kota-kota lain seperti Yogyakarta dan Jakarta, yang menjadikan titik nol sebagai ikon dan kawasan wisata sejarah, di Padang Lokasi ini masih terkesan biasa saja.

Selain sebagai pusat perhitungan jarak, titik nol juga menyimpan nilai simbolis sebagai awal perjalanan di provinsi tersebut. Dengan penanganan yang tepat, kawasan ini berpeluang menjadi ruang yang tidak hanya fungsi secara teknis tetapi juga memiliki nilai sosial dan budaya yang tinggi.

Penyebarluasan informasi mengenai titik nol kilometer juga dapat mendorong kesadaran masyarakat akan pentingnya perencanaan wilayah dan infrastruktur. Hal ini dapat berkontribusi dalam pemahaman masyarakat tentang bagaimana kota dan provinsi berkembang secara terstruktur dari satu titik awal yang telah di tentukan.

Dengan segala potensi tersebut, sudah saatnya titik nol kilometer Sumatera Barat di Kota Padang diberi perhatian lebih. Tidak hanya sebagai tanda dimulainya perhitungan wilayah, tetapi juga sebagai bagian dari wajah Kota yang mencerminkan arah pembangunan dan sejarah perjalanan Sumatera Barat.

Sampai jumpa lagi Padang, dan Sumatera Barat secara luas, selamat bertemu lagi di lain kesempatan!

Leave a Reply

Your email address will not be published.