Ini juga iklan versi Ramadan yang layak dibahas. Dalam kelas Strategi Komunikasi Korporasi Ilmu Komunikasi Unika Atmajaya, TVC ini diajukan oleh satu kelompok dalam presentasi menarik.
Dibuka oleh lagu ’Tombo Ati’ dari Opick yang ngehits sekitar dua dekade lalu. Telkomsel, operator penyedia layanan telepon paling banyak pelanggan serta paling kuat jangakauannya di tanah air, tampil begitu ’rendah hati’.
BUMN bidang telekomunikasi ini mengangkat tagline ’Pakai Telkomsel Seperlunya, Demi Menjalani Ramadan Sepenuhnya’.
Beberapa sosok figur ditampilkan di sini. Misal ’Si Pemuja Konten’, digambarkan ada orang yang sibuk bikin konten berbagi takjil sampai berjilid-jilid, tapi niat aslinya cuma buat postingan.
Kemudian ’Si Tukang Cek HP’. Ada yang rela jongkok di dekat stop kontak cuma buat cek berapa orang yang kasih likes, padahal lagi kumpul keluarga.
Tak kalah ada ’Si Pamer Ibadah’. Ada yang jumlah postingan story-nya lebih banyak daripada jumlah rakaat salatnya. Termasuk lebih sibuk bikin konten saat memberikan sumbangan kardus makan untuk berbuka.
Juliana Mapusa, Aurelia Feodora, Regina Maria, Alda da Costa dan Nashya Tryas yang mem-propose pembahasan iklan versi ini berpendapat, konsep pesan iklan ’Tombol Hati’ menekankan pentingnya menikmati kehidupan di dunia nyata dan berbuat baik dengan tulus, terutama di bulan Ramadan, tanpa harus selalu mencari pengakuan di media sosial.
”Melalui berbagai adegan yang menyindir kebiasaan orang yang terlalu fokus pada jumlah ’like’ atau simbol hati, iklan ini mengajak penonton untuk lebih hadir dalam momen nyata bersama keluarga dan lingkungan sekitar,” ungkap Juliana.
Mereka menambahkan, iklan ini juga menunjukkan bahwa terlalu sibuk membuat atau memantau konten bisa membuat seseorang kehilangan momen sederhana di sekitarnya.
”Karena itu, pesan yang disampaikan adalah agar orang lebih fokus menikmati kebersamaan dan melakukan kebaikan apa adanya, tanpa perlu selalu membagikannya ke media sosial,” tambah Nashya.
Dalam konteks AIDA pada marketing, Call to Actionya jelas sekali, yakni ajakan ’Yuk jalani Ramadan sepenuh hati.’ Penonton didorong untuk lebih banyak menunjukkan bukti sayang nyata, bukan hanya memberi ’like’.
“Secara tidak langsung, audiens juga diingatkan bahwa layanan Telkomsel membantu mereka tetap terhubung selama Ramadan,” pungkas Aurelia.
Punchlinenya pun kena, ”Emangnya saat ngejar tombol hati, hati kita bisa penuh? Atau penuhkan hati itu dengan menjalani Ramadan sepeuh hati, bukan dengan bukti tayang, tapi dengan bukti sayang.”
Iklan Ramadan yang penuh makna dari Telksomsel!

