Pulang dari Semarang, memilih transportasi publik baru: TransJakarta SH 02, dari Bandara Soekarno – Hatta menuju Blok M.
Ada beberapa pilihan transportasi dari Bandara CGK alias Soekarno – Hatta. Paling sering ojek online mobil GoCar di titik terminal. Opsi berikutnya: kereta bandara. Bayar cuma separuh dari tarif terjauh. Turun di Stasiun Batuceper, lanjut GoCar ke rumah yang lebih murah.
Kali ini, selepas acara kerja ke Jawa Tengah, ingin menjajal TransJakarta rute baru: SH 02, Soekarno – Hatta ke Blok M. Toh, hari libur dan tak terburu urusan ke mana.
Titik awalnya dari depan Stasiun Kalayang Bandara Soekarno – Hatta. Jadi, dari Terminal 3, lanjut dengan Kereta Bandara (Kalayang) menuju Stasiun Bandara. Dari sana, pas TransJakarta itu tiba. Tap in pakai e-money Rp 3.500, jalan deh. Ini tarif promosinya. Nantinya akan ditarik ongkos normal Rp 15 ribu.

Pada 12 Maret lalu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meresmikan layanan Transjabodetabek rute Blok M-Bandara Soekarno-Hatta (SH2). Selama tiga bulan pertama, tarif bus tersebut dipatok Rp 3.500 untuk sekali perjalanan.
”Pemerintah DKI Jakarta sudah memutuskan selama tiga bulan, terutama dalam rangka menyambut Idul Fitri, kami menetapkan tarifnya tetap Rp 3.500 selama tiga bulan ini,” kata Pramono di Terminal Blok M, Jakarta Selatan.
Pramono mengatakan, setelah masa uji coba tiga bulan, Pemprov DKI akan melakukan evaluasi terkait tarif. Menurutnya, subsidi yang dikeluarkan untuk rute ini cukup besar sehingga kemungkinan tarif akan disesuaikan.
Dia menjelaskan rute ini diharapkan menjadi alternatif transportasi menuju Bandara Soekarno-Hatta. Selama ini sekitar 70 hingga 80 persen penumpang bandara masih menggunakan kendaraan pribadi.
Padahal, berdasarkan data Kementerian Perhubungan, jumlah pengguna bandara setiap tahun mencapai sekitar 54,9 juta orang. Jika sebagian besar menggunakan kendaraan pribadi, hal itu berpotensi menambah kemacetan menuju bandara.

”Kalau 70 sampai 80 persen dari 54,9 juta itu menggunakan transportasi pribadi, pasti berpotensi menambah beban atau traffic jam di lapangan,” jelasnya dikutip Detikcom.
Pemprov DKI menyiapkan 14 unit bus untuk melayani rute Blok M-Bandara Soekarno-Hatta. Bus beroperasi mulai pukul 05.00 hingga 22.00 WIB dengan waktu tunggu sekitar 10 hingga 20 menit.
Dengan jumlah armada tersebut, layanan ini diperkirakan mampu melayani sekitar 1.900 hingga 2.000 penumpang setiap hari. Pramono menilai rute ini berpotensi diminati masyarakat, seperti rute Transjabodetabek lainnya yang sudah berjalan.
Disiapkan tempat untuk menaruh koper di sisi tengah. Dari depan Stasiun KA Bandara pukul 11.40 WIB, mendarat di Blok M pukul 12.30 WIB. Lumayan cepat dan tentu saja irit.

Sedikit beda, TransJakarta mengoperasikan bus Metrotrans low entry berwarna oranye dengan lantai rendah. Bus tipe ini dinilai lebih ramah bagi penumpang yang membawa koper atau barang bawaan karena akses naik-turun lebih mudah.
“Pola pemberhentian bus dirancang di halte sisi trotoar, bukan di jalur tengah, sehingga memudahkan akses penumpang, termasuk saat tiba di kawasan bandara,” ujar Direktur Utama PT TransJakarta, Welfizon Yuza,
Halte yang dilewati yakni:
Pemberhentian Utama (Blok M ke Bandara):
Blok M Jalur 6 -> Bundaran Senayan 2 -> FX Sudirman -> Gelora Bung Karno 2 -> DPR MPR 1 -> DPR MPR 2 -> Sbr. Sowan Wisata Belanja -> Jln. Cengkareng Golf Club 1 -> Soewarna Foodhall 1 -> Jln. Cengkareng Golf Club 3 -> Terminal Kargo 1 -> Terminal Kargo 2 -> Perkantoran Soekarno-Hatta -> Stasiun KA Bandara.
Pemberhentian Utama (Bandara ke Blok M):
Stasiun KA Bandara -> Imigrasi SHIA -> Bundaran Kargo -> Sekolah Ibu Pertiwi -> Swadaya Slipi -> Perpustakaan Riset BPK -> Sbr. DPR MPR 1 -> Gelora Bung Karno 1 -> Summitmas -> Bundaran Senayan 1 -> Blok M Jalur 6.
Hidup transportasi publik dan pemerintah yang memanusiakan warganya dengan kenyamanan!

