Selain gudeg, Yogyakarta punya kuliner khas: brongkos. Saya justru menikmatinya di kawasan Menoreh, Kota Semarang.
Ini makanan khas Jogja. Sudah terdaftar sebagai salah satu Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dari Daerah Istimewa Yogyakarta, domain kemahiran dan kerajinan tradisional pada 2018. Brongkos tak hanya enak, lezat, dan bergizi, namun memiliki nilai makna dan fungsi sosial budaya ekonomi dalam masyarakat.
Brongkos, konon merupakan akronim dari ’Brown in the Main Course’ disebut 10 kali dalam serat Centini pada era 1823 sebagai hidangan pada era kolonial. Karya budaya ini termasuk dalam klarifikasi lauk-pauk pada kuliner Jawa.
Meski disebut mirip rawon, Brongkos khas DIY ini memiliki keunikan dengan kuah santan berwarna coklat kehitaman karena terdapatnya keluak sebagai salah satu bumbu utamanya. Kuahnya pun memiliki cita rasa lebih gurih pekat dan kaya bumbu rempah.
Jangan sampai keliru dengan makanan yang bernama sangat mirip; brengkes — istilah Jawa untuk pepes, yakni makanan yang dimasak di dalam kemasan daun pisang.
Siang itu, saya justru menikmatinya di kedai ’Brongkos Mumbul’, kawasan Menoreh, Kota Semarang.
”Kita coba ke sana, yakin Mas Jojo akan suka,” kata Oxiyondi Luci, fotografer sekaligus influencer kuliner asal kota jamu itu. Oxi punya IG dan Youtube khusus bernama @pajak.perjalanan, mengulas kuliner di berbagai lokasi kotanya, bahkan hingga ke luar negeri.
Bahan-bahan
Brongkos terdiri atas daging yang dipotong berbentuk dadu; biasanya daging sapi, daging kambing atau domba, telur rebus dan tahu, dimasak dengan kacang-kacangan, utamanya kacang tolo atau kacang merah serta potongan labu siam, terkadang ditambahi irisan wortel.
Harga Brongkos di Brongkos Mumbul cukup terjangkau. Untuk lauk telur, harga berkisar antara Rp15.000 hingga Rp20.000 per porsi. Sementara itu, untuk lauk koyor atau daging, harganya berada di kisaran Rp25.000 hingga Rp35.000. Pelanggan juga dapat memilih untuk menyantap Brongkos dengan nasi atau bubur, tergantung pada preferensi masing-masing.
Selain dikenal sebagai makanan kesukaan sultan, Brongkos punya berbagai manfaat dari ‘ingredients’ atau bahan makanan ini. Kacang tolo misalnya, dipercaya mendukung kesehatan jantung, membantu penurunan berat badan, mengatur gula darah, menyehatkan pencernaan, serta memenuhi kebutuhan folat ibu hamil.
Sementara itu daun melinjo dianggap berkhasiat menurunkan kadar asam urat, mengelola kadar gula dalam darah, menjaga berat tubuh tetap ideal, meningkatkan daya tahan tubuh, serta menangkal radikal bebas.
Adapun tahu kita kenal sebagai sumber protein nabati dan daging sapi sebagai sumber protein hewani berkualitas.
Jadi, kalau ke Semarang atau Jogja, ojo lali mbungkus brongkos!

