Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia menggelar pelatihan komunikasi secara online. Pemateri Ogi Wicaksana menekankan pentingnya ’image building’ bagi organisasi.
Pelatihan daring ini tak hanya membahas terkait skill teknis jurnalistik, tapi juga bagaimana secara keseluruhan meningkatkan kemampuan membangun opini publik bagi organisasi dan personal branding.
Ogi Wicaksana, praktisi komunikasi, marketing, dan kehumasan, yang menjadi narasumber pelatihan dengan lebih dari 50 peserta ini menjelaskan, opini publik adalah kumpulan pandangan, sikap, atau penilaian yang berkembang di masyarakat terhadap suatu isu, peristiwa, atau tokoh tertentu.

”Opini ini terbentuk dari berbagai faktor seperti informasi media, pengalaman pribadi, budaya, serta pengaruh komunikasi (misalnya dari tokoh publik atau media sosial). Sifatnya bisa berubah-ubah, tergantung arus informasi dan dinamika yang terjadi di masyarakat,” kata Ogi.
Ogi lalu memaparkan elemen-elemen pembentuk opini publik. Antara lain isu atau peristiwa sebagai topik yang sedang dibicarakan masyarakat, individu/masyarakat sebagai orang yang membentuk dan menyebarkan opini, media massa dan media sosial sebagai saluran utama penyebaran informasi, tokoh opini (opinion leader) sebagai figur yang memengaruhi pandangan publik, nilai dan budaya sebagai latar belakang yang membentuk cara pandang, serta nformasi dan fakta sebagai bahan dasar yang diolah jadi opini.

Untuk praktisnya, Ogi mengungkap contoh dari kasus-kasus terkini, serta mengapa banyak rilis organisasi tidak dimuat media. ”Bikinlah judul yang berdampak, perkuat news valuenya. Sertakan kutipan kuat: data, solusi, timeline, dan angka,” urainya.
Selain itu, foto-foto yang bagus sebagai pendamping rilis sangat penting. “Dari foto itulah kita akan membentuk opini publik, citra apa yang mau dibangun dari sang tokoh. Dalam setiap pembentukan opini, setiap momen fotografi berharga, dan kadang tiap momen itu cuma beberapa detik,” ungkapnya.

Sesi diskusi dalam training ini mengundang banyak interaksi dari peserta. Misalnya dari Obaja Wauktop dari DPC GAMKI Boven Digoel, Ory dari DPD GAMKI Bali, Jimmy dari DPD GAMKI Banten, Reynaldo Yoel dari DPC GAMKI Salatiga, juga dari DPC GAMKI Semarang dan DPD GAMKI Maluku
Ketua Panitia Timotius Robby Go menjelaskan, DPP GAMKI mengadakan training ini untuk mengakomodir aspirasi teman-teman di daerah terkait peningkatan kompetensi bidang komunikasi.
“Pelatihan ini merupakan pengantar, yang artinya akan ada kelanjutannya dengan materi yang lebih spesifik. Puji Tuhan, dari form respons yang dibagikan, semua peserta merespons positif,” kata Robby yang juga Sekretaris Lembaga Pers DPP GAMKI.


