GMS Puri, 16 Agustus 2022: Ketika Yunus Berdoa

Tema GMS sepanjang Agustus berbicara tentang doa. Ibadah kedua pada 16 Agustus di GMS Puri, Pendeta Donny Kurniawan Chandra menyampaikan Firman Tuhan dari pelajaran Yunus berdoa dalam perut ikan.

Di sesi ini, Donny menyampaikan pesan bagaimana berdoa. Diawali dengan nasihat, ”Hiduplah dengan bijaksana. Jangan sembrono, meski Allah kita maha pengampun. Untuk setiap hal yang kita perbuat di muka bumi akan ada konsekuensi yang mengikutinya.”

Doa Yunus dalam perut ikan adalah awal dari pemuihan kisah Yunus.

Ada delapan poin disampaikannya berdasar Yunus 2:1-10.

Pertama, berdoa itu harus ditujukan pada Tuhan Allah kita.

Sebagaimana juga Yohanes 14:14, doa kita harus jelas alamatnya.

“Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya.”

Kedua, berdoa itu harus pakai iman.

Dari dalam perut ikan, Yunus tidak menunda-nunda untuk berdoa. Tak ada tempat yang sakral bagi kita untuk memanjatkan doa kita.

Matius 21:21, ”Yesus menjawab mereka: ’Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu percaya dan tidak bimbang, kamu bukan saja akan dapat berbuat apa yang Kuperbuat dengan pohon ara itu, tetapi juga jikalau kamu berkata kepada gunung ini: Beranjaklah dan tercampaklah ke dalam laut! hal itu akan terjadi.’”

Ada penekanan, ’jika kamu percaya dan tidak bimbang’. Doa harus disertai iman percaya. Iman percaya adalah perangko, atau ongkos kirim. Tanpa ongkir, doa kita tak akan sampai.

Ketiga, berdoa itu harus jujur.

Doa kita tak punya power, karena kita tak berkata jujur pada Tuhan. Apa karena takut salah?

Keempat, berdoa itu harus spesifik.

Di ayat 5, Yunus detail menceritakan kondisinya,  “Segala air telah mengepung aku, mengancam nyawaku; samudera raya merangkum aku; lumut lautan membelit kepalaku.“

Kelima, deklarasikan imanmu. Seperti seorang anak yang setiap hari berkata kepada ayahnya, meminta akhir tahun ke Disneyland.

Keenam, berdoa itu harus punya tujuan ilahi.

Ketujuh, berdoa itu harus disertai ketaatan.

Kedelapan, berdoa itu jangan menuntut. Tidak fokus pada diri kita, tapi fokus jadi alatnya Tuhan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.