Hari ini adalah ‘Mission Day’ di GMS. Tak heran, para pelayan ibadah memakai outfit dari berbagai negara.
Lima ibadah yang dilayani Senior Pastor Philip Mantofa mengambil tema terkait panggilan pelayanan misi di Taiwan, Jepang, Myanmar, Palestina dan Australia. Saya ikut ibadah kedua di GMS Puri, bernuansa Jepang.
”Hidup adalah misi. Tuhan ingin memakai hidupmu,” kata Pastor Philip membuka cerita-cerita misi dan rhema kehidupan.
Untuk topik Jepang, Tuhan meminta kita taat tanpa menunggu waktu yang sempurna, dasar Firman Tuhan dari II Timotius 4:2, ”Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran.”

Jadi ’Yes Man’-nya Tuhan.
Pastor Philip menekankan, hidup kita adalah kotbah terbuka. Siap sedialah, jadi ’yes man’ pada Tuhan. Kalau kepada Tuhan kita harus ’percaya buta’, senantiasa berkata ’Ya dan Amin’.
Selanjutnya Yesaya 55:11 menekankan,
”Demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya.”
Melaksanakan yang Tuhan kehendaki, dan berhasil.
Syarat untuk tak takut, karena Tuhan di pihak kita.
Mazmur 118:6, ”TUHAN di pihakku. Aku tidak akan takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?”
Apa tolok ukur Tuhan di pihak seseorang? Yakni apakah dia di pihak Tuhan…
Pesan dari kotbah sesi ini.
Pertama, Taatilah Tuhan baik atau tidak baik waktunya.
Kedua, beritakankah Firman, tanpa hiraukan hasil akhirnya.
Ketiga, takutlah kepada Tuhan, bukan kepada manusia.
Selengkapnya di sini.

