Dari Tanah Batak ke Pasar Dunia: Daulat Sinaga dan Harumnya Bisnis Vanila Menembus Pasar Dunia

“Silakan Bapak, Ibu, mampir… tengok vanila premium khas Indonesia untuk berbagai keperluan…“

Demikian Daulat Viktor Sinaga mengajak pengunjung pameran Trade Expo Indonesia (TEI) mampir ke salah satu stand binaan Bank Indonesia Sumatera Utara di Hall 2 Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD, Tangerang, 14-18 Oktober 2026 lalu.

Sebagai Direktur CV Dimel Mutiara Sejahtera, Daulat tak segan turun langsung menawarkan sample produk Mutiara Vanilla,  biji vanila planifolia Indonesia dengan kualitas premium, serta vanila ekstrak grade.

“Kami berharap, dengan berpartisipasi di pameran nan sangat luas dan megah ini, kami UMKM Indonesia bisa naik kelas, tumbuh menjadi usaha yang mapan dan maju, memberikan sumbangsih untuk perdagangan dan pertumbuhan ekonomi Indonesia,“ kata Daulat.

Daulat menjelaskan, perusahaannya menjalin kerja sama dengan sekitar 200 petani vanila di Sumatera Utara, seperti Sidikalang, Samosir, Simalungun, dan Tanah Karo. Buah vanila dari kebun petani itu dibawa ke Medan, lalu dikeringkan melalui fasilitas pengolahan Mutiara Vanila Curing Station di Medan. Selanjutnya, dan diolah dalam berbagai varian produk, baik untuk industri makanan, parfum, bahan kosmetik, dan lain-lain.

Salah satu produk unggulannya vanila gourmet Grade A merupakan vanila kelas kualitas tertinggi polong vanili yang ditujukan langsung untuk kebutuhan memasak, baking, industri pastry -seperti toko roti dan es krim-, hotel, serta pasar ekspor.  

Sementara untuk vanila ekstrak, biasanya diolah lagi untuk pengolahan campuran makanan berskala besar.  

Wajah Daulat nampak berseri-seri atas pesanan 5 kilogram ekstrak vanila dari seorang buyer asal Vietnam. Selain itu ada pasangan reseller vanila dari Jakarta yang langsung memborong 3 kilogram vanilla gourmet di booth untuk dipasarkan kembali ke pelanggan toko roti, toko ice cream di area Jabodetabek ”Lumayan, yang penting jaga kepercayaan dulu. Siapa tahu nanti bertambah lagi kalau mereka puas,” ungkap Daulat.

Agustus lalu, Daulat juga turut dalam delegasi Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) mengikuti ’The 4th Maritime Silk Road Youth Exchange Camp’ di Fuzhou, Tiongkok. Di sela-sela perjalan mengikuti event itu, Daulat tak segan-segan berkeliling toko-toko di Qianmen Street, menawarkan contoh produk vanilanya.

”Bagi saya, setiap kesempatan perjalanan dan bertemu orang, harus dimanfaatkan sebaik mungkin untuk memperkenalkan produk, tujuannya agar vanila Indonesia benar-benar bisa go internasional,” kata Wakil Ketua DPD GAMKI Sumatera Utara bidang Koperasi dan UMKM yang baru-baru ini sukses menjadi Ketua Panitia Pelatihan UMKM Sumut 2026.

Dengan produksi mencapai 1,28 ribu hingga 1,53 ribu ton per tahun, Indonesia merupakan salah satu negara produsen vanila terbesar di dunia, bahkan kerap disebut sebagai produsen vanila terbesar kedua di dunia setelah Madagaskar. Di urutan berikutnya adalah Uganda, Mexico, dan Papua Nugini.

Ayah seorang puteri ini menjelaskan pentingnya peran pengusaha daerah dalam membangun rantai nilai pertanian.

”Keberhasilan usaha vanila tidak hanya bergantung pada petani, tetapi juga kualitas pengolahan, konsistensi produk, dan akses kepada pembeli,” tegasnya.

Daulat menambahkan, jika tertarik pada produk vanila Indonesia berkualitas, bisa menghubunginya di +62 822-7239-4818 atau melalui email mutiara_vaniela@gmail.com dengan akun Instagram di @mutiara_vaniela

Maju terus, Bang Daulat, sukses kembangkan produk lokal menembus pasar global!

Leave a Reply

Your email address will not be published.