Notice: Undefined index: host in /home/jojr5479/public_html/wp-content/plugins/wonderm00ns-simple-facebook-open-graph-tags/public/class-webdados-fb-open-graph-public.php on line 1020

Seporsi Mie Ayam Sebelum (Tak Jadi) Mati

Brian Khrisna kembali menghadirkan kisah getir orang terpinggir. Dari sini kita belajar, bagaimana hidup harus disyukuri. Seberapapun kelam itu.

Saya butuh sepanjang perjalanan dari Bandara Soekarno Hatta ke Yogyakarta International Airport dan hari-hari sesudahnya, untuk menamatkan buku 208 halaman karya Brian Khrisna ini: Sepotong Mie Ayam Sebelum Mati. Di halaman setelah cover saya tulis coretan: ”Begitulah hidup… berani hidup tetap lebih baik daripada berani mati…”

Continue reading “Seporsi Mie Ayam Sebelum (Tak Jadi) Mati”

Membedah Posting Medsos, Setelah Timnas Kalah

Ya sudah, timnas Indonesia memang kembali gagal melaju ke Piala Dunia. Setelah meratapi ‘Hari Patah Hati Nasional’ bagi para pencinta sepak bola itu, saatnya kita mengkaji dari sisi pi-aring atau public relations pihak terkait. Seberapa cepat dan responsif berkomunikasi pada publik untuk memadamkan sentimen negatif yang ada.

Pada mata kuliah ’Strategi Komunikasi Korporasi’ @komunikasiuaj @unikaatmajaya, ada lima akun Instagram yang dibahas oleh lima kelompok, yakni akun @erickthohir @pssi @timnasindonesia @kemenpora dan @prabowo.

Continue reading “Membedah Posting Medsos, Setelah Timnas Kalah”

Kelas Kopi Pimred Tribun Sumsel

Sudah ke Palembang, tak afdol jika tak singgah ke markas media terbesar di kota ‘Wong Kito Galo’. Apalagi pemimpin redaksinya -Tribun Sumsel plus Sriwijaya Post sahabat lawas: Yudie Thirzano.

Di ruang kerjanya, bersama dua sohib lain, Hendra Sipayung dari Kantor Imigrasi Palembang dan Nugie Santoso dari KompasTV Palembang, kami mendapat kelas khusus. Ceramah mengenai dahsyatnya perkembangan kopi di provinsi Sumatera Selatan. Ia pun berkisah, ”Indonesia adalah negara penghasil kopi terbesar ketiga di dunia, setelah Brasil dan Vietnam. Dan, tahukah Anda di mana penghasil kopi terbesar di Indonesia? Sumsel!”

Continue reading “Kelas Kopi Pimred Tribun Sumsel”

Kuliner Palembang: Pindang Pegagan M’bok Yah

Masih soal kuliner di daerah ‘Wong Kito Galo’ yang kaya ikan. Kali ini, lepas dari rombongan kantor, kami makan siang di resto ikan ternama. M’bok Yah, itu brandingnya.

Agak jauh menepi lokasinya. Kawasan Sekanak 22 Ilir, Bukit Kecil. Parkirnya sangat luas. Hendra Sipayung, sahabat dari Imigrasi Sumatera Selatan, memperbolehkan saat saya tertarik mencoba makan kepala patin sungai.

Continue reading “Kuliner Palembang: Pindang Pegagan M’bok Yah”

Kuliner Palembang: STD, Sarinande Tempo Doeloe

Mendarat di Palembang tengah hari, tuan rumah membawa kami ke rumah makan khas Palembang. Namanya STD, Sarinande Tempo Doeloe.

Alamatnya di Jalan Mayor Ruslan 966, Kota Palembang. Karena di Palembang khasnya semua masakan disebut pindang, maksudnya kuah berarti pindang bukan berarti ikannya ikan pindang, maka resto ini mengklaim diri sebagai ’The Best Pindang In Palembang’. Kami bersantap dulu sebelum bersua Gubernur Herman Deru dan Wagub Cik Ujang di kantor Gubernur Sumsel.

Continue reading “Kuliner Palembang: STD, Sarinande Tempo Doeloe”