Yesterday is history, tomorrow is a mystery, today is a gift — that’s why it’s called the present
Continue reading “This 49”Emerson Yuntho dan Dua Kali Petisi Pecat Pelatih Liverpool
The end of an era. Liverpool memasuki era pelatih baru setelah Arne Slot digantikan Andoni Iraola.
Di balik itu, ada kisah sukses petisi yang diinisiasi penggemar berat Liverpool asal Indonesia.
Continue reading “Emerson Yuntho dan Dua Kali Petisi Pecat Pelatih Liverpool”Arne Slot, Tantangan Konsistensi di Kandang Setan
Seorang loyalis Liverpool berkata, mendukung ’The Reds‘ musim ini seperti menghayati nama belakang pelatihnya: bak bermain judi slot. Kadang dikasih menang banyak, kalah besar, eh lalu menang lagi.
Bisakah pasukan Arne Slot membalaskan kekalahan putaran pertama dari Manchester United pada Minggu malam ini?
Continue reading “Arne Slot, Tantangan Konsistensi di Kandang Setan”Levy Varid Hardika: Dari Bassist, Desainer, sampai Manajer Artis
Bersua dengan mantan mahasiswa saat dulu ngajar di Universitas Multimedia Nusantara (UMN). Menekuni dunia industri kreatif, jadi sosok di belakang layar dunia musik maupun grafis.
Awalnya Levy Varid Hardika menyapa dengan komentar di status ‘Cerita Instragram’, kemudian chat di Whats App dan berlanjut kopi darat. Kami bersua di Kantin Demokrasi DPR RI. Berteman seporsi mie yamin dan es teh manis.
Continue reading “Levy Varid Hardika: Dari Bassist, Desainer, sampai Manajer Artis”Madrid Satu Menyerah, Madrid Dua Datang Lagi, Monitor…
Dua tim yang ber-‘DNA Eropa‘ kembali bertemu. Liverpool mempertahankan prinsip anti draw team. All or nothing. Mati atau mukti…
Atletico Madrid sudah ditekuk. 3-2. Lewat drama kejar-kejaran di partai perdana Liga Champions musim ini, Liverpool unggul 2-0 lewat Andy Roberton dan Mo Salah lalu disamakan brace Marcos Llorente. Bersyukurlah, sundulan sang kapten Virgil Van Dijk memanfaatkan sepak pojok Dom Szoboszlai di menit 90+2 memberi tiga poin pertama di kandang sendiri.
Continue reading “Madrid Satu Menyerah, Madrid Dua Datang Lagi, Monitor…”Betapa Hebatnya Engkau, Aston Villa…
Dua tim dengan rekor tanding sangat kontras bertemu. Liverpool empat laga terakhir Liga Inggris kalah melulu. Sebaliknya, Aston Villa gacor terus, tiga poin full di empat laga teranyar.
Setelah menang beruntun lima kali di awal Liga Inggris 2025/2026, Liverpool membunyikan alarm krisis sangat kencang dengan keok empat laga beruntun.
Continue reading “Betapa Hebatnya Engkau, Aston Villa…”Selilit Crystal Palace
Tiga perjumpaan terakhir, Liverpool gagal menang lawan Crystal Palace.
Dengan rekor itu, apakah Crystal Palace adalah ‘kryptonite’ bagi Liverpool?
Continue reading “Selilit Crystal Palace”Melawan Barisan Para Mantan
bertemu mantan seringkali tak mengenakkan. Apalagi kalau sejarah pisahnya tidak baik-baik.
Mungkin, jika ada Grup WhatsApp berjudul ’Mantan Liverpool/Pernah di LFC’, penghuni pemain aktif yang paling banyak berasal dari Brentford FC. Empat pemain eks The Reds siap menghadapi klub lama mereka di rumah baru, Gtech Community Stadium, London Barat. Di belahan kota yang sama musim ini, Liverpool takluk 1-2 oleh Crystal Palace dan Chelsea. Adegannya sama: kebobolan menit awal, menyamakan gol di babak kedua, dan dinyatakan kehilangan poin di menit tambahan waktu.
Continue reading “Melawan Barisan Para Mantan”Setengah Lusin Gol di Frankfurt, Liverpool Akhiri Krisis
Liverpool menyudahi catatan buruk kalah melulu. Tantangan terbaru, main tiga hari sekali, dengan para pemain mulai berjatuhan.
Seperti ada beban ratusan kilogram lepas dari pundak para penggemar Liverpool Kamis hari ini. Setelah empat kekalahan tanpa jeda di Liga Inggris di Liga Champions, kemenangan 5-1 di kandang Eintracht Frankfurt ibarat menemukan oase di padang gurun. Penyemangat kembali menjalani hari.
Continue reading “Setengah Lusin Gol di Frankfurt, Liverpool Akhiri Krisis”Pil Pahit Sembilan Tahun Sekali
Anggap saja kekalahan Liverpool 1-2 dari Manchester United di Anfield pada musim 2025/2026 ini sebagai pil pahit yang mesti ditelan sembilan tahun sekali. Setelah itu, penyakit itu tak datang lagi.
Dalam 38 kali pertandingan Liga Inggris pada satu musim, rasanya hanya ada empat partai yang paling dinanti penggemar Liverpool.
Continue reading “Pil Pahit Sembilan Tahun Sekali”