Welcome Back Aji, May The Force Be With You

“Aji, Aji, Aji wis tuwek…

Aji wis tuwek katene matek…”

SAYA ada di Stadion Gajayana, saat pertengahan 2001 Arema menjalani derby dengan Persema Malang dalam lanjutan Liga Indonesia musim itu.

Hadir sebagai reporter Radio Salvatore, kini bernama Radio Sonora Surabaya, saya mendapat berita bagus. Pertandingan dihentikan karena kekerasan antar suporter dan petugas keamanan, usai kedua kesebelasan terlibat baku hantam di lapangan. Continue reading “Welcome Back Aji, May The Force Be With You”

Check In: LOP, Diberkatilah Lombok yang Kian Menonjol

Lombok adalah mutiara. dan inilah, ‘The Pearl’ yang kian bersinar itu. Bandaranya di Praya, Kabupaten Lombok Tengah kian keren.

Gebrakan Presiden Jokowi mengegolkan Mandalika sebagai penyelenggaran MotoGP 2021 juga menunjukkan kembali kehormatan bangsa ini, di salah satu event sport paling digemari di muka bumi, disaksikan jutaan pasang mata orang tiap serinya. Setelah pada 1996 dan 1997 sempat berlangsung di Sentul, rencana gelaran MotoGP kembali di tanah air sungguh jadi kabar segar bak oase di padang gurun. Continue reading “Check In: LOP, Diberkatilah Lombok yang Kian Menonjol”

Kongres Pewarna II: Jurnalis Jangan Bikin Berita Provokatif

Persatuan Wartawan Nasrani (Pewarna) barui saja menggelar kongres kedua tahun 2019 di Sentul, Bogor, Jumat (1/11/2019).

Banyak pesan penting yang diselipkan di kongres yang dihadiri jurnalis Nasrani dari berbagai media ini.

Satu diantaranya seperti disampaikan utusan Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Agustinus Eko Rahardjo.

Continue reading “Kongres Pewarna II: Jurnalis Jangan Bikin Berita Provokatif”

Menemukan Rendang dan Bakwan Jagung di Manila

Beberapa hari berkunjung ke Manila, Filipina, lidah terasa tak afdol karena tak mencecap makanan khas Tanah Air. Pilihannya itu-itu saja. Jalan ke minimarket, minta menghangatkan ayam goreng yang didinginkan, atau mampir ke restoran cepat saji terdekat. Jalan ke McDonald’s atau Burger King, pesan menu standar: paket ayam yang ada nasinya. Jika asal datang ke pusat jajanan, bagi yang anti makanan haram, mesti hati-hati. Aroma daging babi ada di mana-mana.

Kami terkejut karena informasi di dunia digital memberikan jawaban itu: Restoran ‘Koki Indo’ di kawasan Mayapis, Makati. Tersempil di antara ruko-ruko modern, inilah ‘surga’ yang kami nanti-nantikan: masakan rumahan ala warung padang!

Continue reading “Menemukan Rendang dan Bakwan Jagung di Manila”

Merindukan Emas Sepak Bola 28 Tahun Silam

Coba ingat-ingat, di mana Anda pada 4 Desember 1991? Sudah kuliah, masih SMA, atau jangan-jangan belum direncanakan untuk dilahirkan?

Kalau saya, jujur saja, saat itu masih mengenakan celana pendek biru dengan atasan putih. Duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama. SMP Negeri XII, Ngagel Kebonsari, Surabaya. Rajin membaca halaman olahraga Jawa Pos, dan juga tabloid Bola yang terbit tiap Jumat.

Continue reading “Merindukan Emas Sepak Bola 28 Tahun Silam”

Membicarakan Pensiun dan Usia Harapan Hidup

Di sudut mal Robinsons Galleria Quezon City, tepatnya di salah satu meja Max’s Fried Chicken, rumah makan ayam khas Filipina,  kami berbicara tentang pensiun dan harapan hidup.

Berteman ayam bakar dalam potongan badan ayam utuh didampingi sop udang dan jus mangga mentah, Harry Situmorang, pria Tapanuli Selatan yang hampir 19 tahun menjadi audit senior Asian Development Bank membuka pembicaraan. Continue reading “Membicarakan Pensiun dan Usia Harapan Hidup”

Check In: MNL, Mabuhay, Hari Pertama di Manila!

Jumat 25 Oktober 2019, jam 6 pagi, matahari Ninoy Aquino International Airport malu-malu menyapa saat Airbus 321-200 milik Philippine Airlines PR 536 menunaikan tugasnya menerbangkan saya selama 3 jam 55 menit dari Bandara Soekarno Hatta.
 
“Salamat! Thank you for flying with us.” Demikian layar monitor di depan kursi menuliskan salam.
 
Ah, sudah sampai. Saya cuma berpikir bagaimana caranya bisa ke dapur para pramugara dan pramugari di belakang badan pesawat. Haus bener. Inilah pelajarannya kalau terbang malam: sediakan minuman kemasan dalam tas tenteng Anda.

Continue reading “Check In: MNL, Mabuhay, Hari Pertama di Manila!”

Belajar Tak Kenal Usia, Bangga Ada Guru Besar Termuda

Kami, para diaspora alumni Unair di Jakarta yang menggagas ‘Airlangga Network’ kembali bersua. Berbagi inspirasi dengan guru besar termuda se-Indonesia, milik Universitas Airlangga. Di Diskusi Kopi dan Ruang Berbagi Kemang, peristiwa itu terjadi. Senang bisa memoderatori pertemuan nan gayeng ini.

Namanya Badri Munir Sukoco. Kalau mau lengkap ya ditambah ‘profesor’ di depan serta atribusi gelar S.E., MBA., Ph.D di belakang. Pria kelahiran Lumajang 11 September 1978 ini dikukuhkan sebagai Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis ke-22. Kala itu, Badri menyampaikan orasi ilmiah tentang Revolusi Industri 4.0 dan dampaknya pada perguruan tinggi. Continue reading “Belajar Tak Kenal Usia, Bangga Ada Guru Besar Termuda”