Kadang Kita Perlu Melihat Hidup dengan Terbalik

Hidup tak perlu terlalu serius. Syukuri yang ada, dan lihatlah dengan pola yang tak biasa kita lihat. Istilah klasiknya, ‘outside the box’, lihatlah dari cara yang tak biasa.

Mungkin hal serupa yang ditegaskan pemilik Studio ‘Upside Down’ yang lokasinya bertebaran di beberapa kota di Indonesia. Pekan lalu kami bertandang ke salah satu counternya di Bali. Tiket masuknya Rp 100 ribu untuk dewasa dan Rp 50 ribu untuk anak-anak. Ada delapan ruangan di sana, yang ditata tidak secara normal. Kalau difoto, orang akan melihat dengan mata berkerut. Either ia bisa memahami obyeknya yang dianggap tak normal, atau manusianya yang tampil mengawang.

Hidup tak perlu terlalu serius. Cobalah melihat dari pola yang tak biasa kita lihat. Seperti gambar seorang lelaki dan perempuan ini. Mana yang membaca dan mana yang memeluk dari belakang? Sering kita melihat dengan cara yang normal, lalu menemukan hasil yang biasa, padahal itu keliru. Mari kita berinovasi dengan memandang sebuah fenomena atau permasalahan dari kasus berbeda.

Hidup tak perlu terlalu serius. Kadang kita menjadi serba salah berpikir, berkata, dan berlaku, hanya gara-gara terbebani ucapan orang lain. “Kapan punya pacaran?” “Kapan nikah?” “Kapan punya anak?” “Kapan lulus?” “Kapan kerja?” “Kapan resign?” “Kapan punya kerjaan sendiri?”

Hidup tak perlu terlalu serius. Hidup harus dinikmati. Dan tiba-tiba, saya teringat, sebuah pesan yang masuk di telepon pintar. Begitu inspiratif…

New York 3 jam lebih awal dari California, Tapi tidak berarti California lambat, atau New York cepat. Keduanya bekerja sesuai ‘Zona Waktu’-nya masing-masing.

Seseorang masih sendiri. Seseorang menikah dan menunggu 10 tahun utk memiliki momongan. Ada juga yang memiliki momongan dalam setahun usia pernikahannya.

Seseorang lulus kuliah di usia 22 tahun, tapi menunggu 5 tahun untuk mendapatkan pekerjaan tetap; yang lainnya lulus di usia 27 tahun dan langsung bekerja.

Seseorang menjadi CEO di usia 25 dan meninggal di usia 50 saat yang lain menjadi CEO di usia 50 dan hidup hingga usia 90 tahun.

Setiap orang bekerja sesuai ‘Zona Waktu’-nya masing-masing.

Seseorang bisa mencapai banyak hal dengan kecepatannya masing-masing.

Bekerjalah sesuai ‘Zona Waktu’-mu.

Kolegamu, teman-teman, adik kelasmu mungkin ‘tampak’ lebih maju. Mungkin yang lainnya ‘tampak’ di belakangmu.

Setiap orang di dunia ini berlari di perlombaannya sendiri, jalurnya sendiri, dlm waktunya masing-masing. Allah punya rencana berbeda untuk masing-masing orang. Waktu berbeda utk setiap orang. Obama pensiun dari presiden di usianya yang ke-55, dan Trump maju jadi Presiden Amerika Serikat di usianya ke-70.

Jangan iri kepada mereka atau mengejeknya…

Itu ‘Zona Waktu’ mereka.

Kita pun berada di ‘Zona Waktu’-kita sendiri!

Hidup tak perlu terlalu serius. Segala sesuatu akan indah pada waktunya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *