Trending Topik Pembicaraan Lebaran Alami Perubahan

Pakar perpajakan Yustinus Prastowo takjub bukan kepalang. Direktur eksekutif Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) itu mencuit di akun twitternya @prastow sebagai tanda tak percaya atas lancarnya perjalanan mudik ke ibukota Jawa Tengah pada 3 Juni lalu.

“Pak @jokowi, bagaimana ini? Saya mudik Cibubur-Semarang 6 jam, sudah termasuk dua kali istirahat di rest area. Apa nggak bisa lebih lambat gitu Pak?” kata pria yang awalnya bercita-cita jadi wartawan tapi kemudian terdampar belasan tahun sebagai pegawai Ditjen Pajak itu.

Prastowo tak salah. Asal tepat memilih waktu kepulangan mudik, maka perjalanan pun terasa begitu ringan. Jalan tol yang mulus sepanjang Jakarta – Cikampek – Cikopo – Palimanan – Kanci – Pejagan – Pemalang – Batang hingga Semarang dilaluinya bak terbang. Bayangkan, jarak Jakarta ke Semarang yang 441 km ditempuh dalam 6 jam sudah termasuk dua kali berhenti di Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) alias rest area.

Ada yang bilang Mudik Lebaran 2019 paling lancar dan menyenangkan dalam sejarah republik berdiri. Maklum, pada mudik kali ini, perjalanan melalui Tol Trans Jawa dapat ditempuh secara operasional – setelah pada mudik tahun lalu beberapa ruas masih fungsional alias difungsikan meski sebenarnya belum beroperasi secara resmi.

Tak hanya sampai Semarang, tapi hingga Solo – Salatiga – Kertosono – Mojokerto – Surabaya hingga Probolinggo Timur. Begitupula ruas tol Surabaya – Malang juga sudah rampung dan diresmikan Presiden Jokowi baru-baru ini.

Pembangunan tak hanya di Jawa, tapi juga pulau lain. Tol Trans Sumatera pun bisa difungsikan pada Lebaran kali ini. Bahkan ruas tol Bakauheni-Terbanggi Besar (Bakter) menjadi pemecah rekor tol terpanjang sejauh 140,7 kilometer, memecahkan catatan sebelumnya yang dipegang Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) sejauh 116,75 km.

Dari Pelabuhan Bakauheni – Terbanggi Besar – Pematang Panggang – Kayu Agung hingga Palembang kini dapat ditempuh dengan lama perjalanan 5-6 jam, jauh lebih ringkas daripada 10-12 jam melalui Jalan Lintas Timur Sumatera. Sebuah revolusi infrastruktur a la Jokowi yang benar-benar bermanfaat bagi rakyat.

Pemimpin yang baik membuat perencanaan, perintah dan eksekusi yang matang. Pada awal Mei lalu, Jokowi tegas memberikan instruksi pada Rapat Terbatas menyongsong Ramadhan dan Idulfitri tahun ini.

“Saya ingin tahun ini persiapannya lebih detail dan semakin baik, terutama yang berkait dengan manajemen lapangan. Manajemen lapangan harus lebih terpadu, lebih terkoordinasi dari pusat maupun daerah,” kata Jokowi.

Mudik adalah hajatan tahunan khas Indonesia. Nilainya sudah lebih menjadi tradisi kultural daripada perayaan hari raya agama. Pergerakan jutaan orang dari kota besar ke kampung menjadi mobilitas massa terbesar di dunia ini, yang hanya bisa disaingi oleh pulang kampung Imlek di Tionghoa dan Thanksgiving Day di Amerika Serikat. Wajar, jika pemerintah dan segala pemangku kepentingannya kerap merasa ‘deg-degan’ jelang berlangsungnya dua pekan event akbar tahunan ini.

Maka, kementerian lintas sektor pun berbenah. Menyiapkan jalan, moda transportasi, serta ketersediaan dan keterjangkauan barang kebutuhan pokok saat Lebaran.

Rakyat pun tersenyum. Topik hangat pembicaraan di kampung bergeser. Tak lagi bertanya soal bagaimana pemilu berlangsung di ibu kota, dan bagaimana imbasnya termasuk rangkaian aksi dan kerusuhan yang menyertainya.

Sanak kerabat di kampung halaman cuek pada isu politik. Mereka lebih getol pada pertanyaan, “Berapa jam perjalanannya? Tol lancar ya? Keluar dari pintu tol mana? Hebat ya Pak Jokowi…”

Tak ada pula isu harga daging ayam dan sapi meroket. Semua tersedia dan terjangkau. Jikapun harga naik sedikit, menjadi berkah bagi pedagang, petani, dan peternak, tapi tak sampai mencekik pembeli dan jadi isu nasional.

Pun demikian kebijakan di sektor transportasi. Kebijakan ‘one way’ dan ‘contra flow’ di Jalan Tol mengantisipasi kepadatan arus mudik dan balik dirasa sangat membantu. Bahkan, selain mempercepat mobilitas mobil dalam volume amat tinggi, ternyata kebijakan Kementerian Perhubungan dan Kementerian Pekerjaan Umum ini membawa berkah tersendiri.

“Dampak lainnya ternyata bukan hanya membagi beban lalu lintas, saya juga survei dan ikut makan buka puasa di rumah makan di Pantura, mereka juga senang dengan adanya kebijakan one way. Ada peningkatan omzet hingga 300 persen,” kata Kepala Balitbang Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Sugihardjo, di Posko Mudik Nasional Kemenhub, Minggu, 9 Juni 2019.

Demikian pula para penjual di Rest Area, seperti TIP 260B jalan Tol Pejagan-Pemalang yang merupakan bekas Pabrik Gula Banjaratma, Brebes. Para pelaku UMKM binaan Kementerian BUMN dan bank pemerintah meneguk rezeki dengan begitu berlimpahnya pengunjung arus balik.

Dari sisi komunikasi, bergesernya topik pembicaraan dari pemilu dan riuh rendah dunia politik kepada lancarnya perjalanan mudik menujukkan bahwa negara hadir melayani rakyatnya.

“Kepemimpinan Pak Jokowi telah menjawab dengan tindakan nyata. Bukan sekedar kata kata. Saya yakin Pak Jokowi termasuk tipe pribadi yang dalam falsafah Jawa lebih memilih: sepi ing pamrih, rame ing gawe. Dan rakyat kini menemukan jawabnya itu,” kata pakar komunikasi politik Universitas Airlangga, Suko Widodo.

Pria yang juga menjabat Ketua Pusat Informasi dan Humas Unair ini menjelaskan, terjawab sudah keraguan rakyat terhadap Pak Jokowi. Fokus pembangunan infrastruktur yang menjadi prioritas Jokowi pada periode pertama kepemimpinannya awalnnya dicibir dan menuai kritik. Tapi, kini, rakyat Indonesia merasakan manfaat konkret itu,

“Mudik yang nyaman dan aman adalah jawaban nyata, menjawab keraguan publik akan kerja nyata Pak Jokowi,” kata Suko Widodo.

Musim Libur Lebaran 2019 kiranya dapat membuat masyarakat tersenyum dan mendapat energi baru untuk kembali berkarya. Evaluasi atas berbagai kelemahan terus dilakukan menuju kesempurnaan, zero mistake and zero complaint, tapi apresiasi atas hal-hal baik harus juga fair disampaikan.

Selamat kembali berkarya di minggu pertama bekerja setelah liburan!

(JJO)

https://jokowidodo.app/post/detail/ketika-trending-topic-pembicaraan-lebaran-alami-perubahan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *