Belajar Tak Kenal Usia, Bangga Ada Guru Besar Termuda

Kami, para diaspora alumni Unair di Jakarta yang menggagas ‘Airlangga Network’ kembali bersua. Berbagi inspirasi dengan guru besar termuda se-Indonesia, milik Universitas Airlangga. Di Diskusi Kopi dan Ruang Berbagi Kemang, peristiwa itu terjadi. Senang bisa memoderatori pertemuan nan gayeng ini.

Namanya Badri Munir Sukoco. Kalau mau lengkap ya ditambah ‘profesor’ di depan serta atribusi gelar S.E., MBA., Ph.D di belakang. Pria kelahiran Lumajang 11 September 1978 ini dikukuhkan sebagai Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis ke-22. Kala itu, Badri menyampaikan orasi ilmiah tentang Revolusi Industri 4.0 dan dampaknya pada perguruan tinggi.

Di kampus berjuluk ‘Garuda Mukti’, Badri juga menjabat sebagai Ketua Badan Perencanaan dan Pengembangan Unair. Tak salah, ia menaruh perhatian besar pada pemeringkatan kampus tercinta di kancah internasional.

Badri mengungkapkan masih banyak pekerjaan rumah yang harus dibenahi Unair untuk terus meningkatkan kualitas.

“Paper per faculty, staf PhD, inbound student masih belum banyak meningkat. Ini masih menjadi pekerjaan rumah institusi,” kata Badri.

“Kita harus serius melakukan rekonfigurasi kebijakan jika benar-benar ingin keluar dari jebakan pendapatan kelas menengah,” tegasnya.

Wahyu Muryadi, mantan pemimpin redaksi Majalah Tempo yang juga alumni Fakultas Ekonomi Unair menegaskan maksud komunitas ‘Airlangga Network’.

“Kami sejalan dengan misi pemerintah yang ingin fokus pada pembangunan sumber daya manusia. Harapannya para alumni Unair juga dapat berkiprah untuk memberi nilai tambah pembangunan sosial ekonomi dan human capital anak muda Indonesia,” kata presenter talk show di Tv One ini.

Perbincangan santai di kawasan Bangka-Kemang, Jakarta Selatan ini juga dihadiri dan didukung beberapa alumnus lain, antara lain Sekjen AJI dan Kepala Pemberitaan CNN Indonesia TV Revolusi Riza,  Peneliti Militer dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Khairul Fahmi, mantan tenaga ahli Kantor Staf Presiden bidang komunikasi Jojo Raharjo, Komisaris Kimia Farma Chrisma Aryani Albandjar, presenter TVRI Riga Danniswara, pendiri Haltebus.com AM Fikri, dan socio entrepreneur, founder Perkumpulan Kader Bangsa, Dimas Oky Nugroho dan Project Manager Akar Rumput Strategis Consulting Bagus Balghi.

Ayo terus belajar. Jangan lena pada situasi yang sudah ada. Menuju Indonesia Maju!

Dimuat di http://beritajatim.com/pendidikan-kesehatan/rintis-airlangga-network-alumni-unair-di-jakarta-berbagi-inspirasi-dengan-guru-besar-termuda-se-indonesia/

Rintis Airlangga Network, Alumni Unair di Jakarta Berbagi Inspirasi dengan Guru Besar Termuda se-Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *