Surat Balasan untuk Presiden Persebaya: Bonek Berterimakasih, Tetap Ingin Dimanusiakan

CAK Aza, atau Mas Ulik… saya masih ingat benar adegan sore itu. Saat itu saya masih bekerja sebagai Tenaga Ahli Madya Bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi Kantor Pusat Presiden. Sehari-hari bertugas meliput, menulis, dan menyebarkan kegiatan Kepala Staf Kepresidenan yang kala itu dijabat Kang Teten Masduki.

Rabu, 6 September 2017, sore. Tak ada lagi jadwal Kang Teten yang harus saya liput. Santai-santai saja, menunggu waktu pulang kerja sembari menanti macet ibu kota Jakarta jam pulang kantor.

Continue reading “Surat Balasan untuk Presiden Persebaya: Bonek Berterimakasih, Tetap Ingin Dimanusiakan”