Murka Presiden Jokowi pada Kurangnya Promosi Asian Games

“Wae wa e o, wae wa e o, wae wa e o, wae wa e o

Wae wa e o, wae wa e o, wae wa e o, wae wa e o

Aku di sini kau di sana, tak menghalangi jiwa kita

Dalam hangatnya sang mentari satukan jiwa dan hati

Berpegang tangan dalam mimpi yang sama

Dan tunjukkan kepada dunia

Kita bisa, kita pasti bisa

Kita akan raih bintang-bintang

Kita bisa jadi yang terdepan

Bersatu bersama dalam satu irama

Terbang meraih kejayaan, kita bisa!”

Continue reading “Murka Presiden Jokowi pada Kurangnya Promosi Asian Games”

Ayo Wujudkan Lagi MotoGP di Indonesia!

Hari ini saya mendampingi Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko yang menerima Tinton Suprapto dan Ananda Mikola. Duo ayah dan anak pembalap senior ini bermaksud mematangkan persiapan Moto GP di Sentul sebagai tindak lanjut pertemuan 6 Maret lalu, saat Presiden Jokowi meninjau Sirkuit Internasional Sentul sekaligus mendengarkan rencana mengaktifkan kembali Sirkuit Sentul yang dipersiapkan menjadi tuan rumah ajang MotoGP.

Continue reading “Ayo Wujudkan Lagi MotoGP di Indonesia!”

Suporter Militan di Sekitar Luis Milla

Anak muda berbadan tegap itu gelisah melihat ‘pasukan’ di sekitarnya beberapa menit belakangan duduk monoton, menyaksikan pertandingan sepak bola bak nonton wayang. Ia berinisiatif ke depan tribun, sedikit naik pijakan dan bersandar di pagar pembatas. Sejurus kemudian, suara lantangnya berteriak memberi komando untuk ditirukan kawan-kawannya, “I-ndo-ne-sia… I-ndo-ne-sia…”

Lagu-lagu ‘klasik’ suporter sepakbola pun meluncur darinya sebagai dirijen, diikuti dentum drum bertalu-talu. Ada chant ‘Garuda di Dadaku’, juga ‘Ayo Indonesia’, yang awalnya berasal dari ‘Vamos… Vamos Chile’ dan mulai dinyanyikan Aremania sejak 1997.

Continue reading “Suporter Militan di Sekitar Luis Milla”

Feature Sepakbola Jalanan Tanpa Gambar Menawan

Untuk menghasilkan paket berdurasi tayang hanya 2 hingga 3 menit, tak jarang sebuah tim liputan bekerja keras di lapangan selama berjam-jam, atau bahkan berhari-hari.

Kurang gigih. Dua hal itu tepat menggambarkan keseluruhan proses dan hasil karya tiga orang mahasiswa peserta ujian praktek mata kuliah Feature Media Siar Universitas Multimedia Nusantara (UMN). Magdalena, Gelorawan Widi, dan Muhammad Faisal memilih topik ‘Street Soccer’ sebagai salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan dalam perhelatan TAFISA 2016. Sayang, visual yang mereka miliki monoton dan terkesan bekerja apa adanya saja.

Continue reading “Feature Sepakbola Jalanan Tanpa Gambar Menawan”

Lari sebagai Gaya Hidup

Lari, olahraga murah, kini menjadi life style bagi masyarakat urban. Bagaimana feature mengemas fenomena ini?

Trio Zaka Fauzan, Ahmad Adri, dan Yohana Ruth memilih tema hobby sekaligus gaya hidup masyarakat perkotaan pada olahraga lari. Maraknya acara-acara ‘Run 5 K’, ’10 K’ atau ‘Marathon’ bukan lagi sebagai ajang lomba untuk cepat-cepatan sampai garis finish, tapi sudah menjadi kegembiraan serta ajang berkumpul keluarga dan komunitas.

Continue reading “Lari sebagai Gaya Hidup”

Perjuangan Keras Meliput Penutupan PON Jabar

Inilah cerita para mahasiswa menjadi saksi pesta penutupan PON XIX. Masih agak ‘kering’, tapi untuk sebuah perjuangan patutlah diacungi jempol.

Liputan lima mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara (UMN) kelas Feature Media Siar ini layak mendapat apresiasi. Annisa Rosa, Samuel Elbert, Yansen Kuswono, Dinda Wahida, dan Martinus Eko, datang dari Jabodetabek menuju Gedebage, Bandung, mereka awalnya tertahan tak boleh meliput penutupan PON XIX Jawa Barat. Namun, kesabaran dan kegigihan akhirnya membuat tim ini mampu mengabadikan visual-visual cantik pada pesta olahraga nasional empat tahunan ini.

Continue reading “Perjuangan Keras Meliput Penutupan PON Jabar”

Partisipatif ‘Engklek’ ala Nathania dan kawan-kawan

Paket feature ini memiliki kelebihan dibandingkan paket-paket dari kelompok lain, yakni tampilan (PTC) partisipatif dari reporternya.

Salut untuk konsep dan eksekusi dari Jessica Damiana, Nathania Zevwied Pessak, Yohanes Bintang, Abraham David dan Bangkit Jaya Putra yang mengerjakan project Ujian Tengah Semester mata kuliah Feature Media Siar Universitas Multimedia Nusantara.

Continue reading “Partisipatif ‘Engklek’ ala Nathania dan kawan-kawan”

Ketika Game Online jadi Sebuah Perlombaan Resmi

 Feature ini mengangkat game online yang ‘naik kelas’ dalam perhelatan semacam olimpiade. Gambar-gambar awalnya cukup memukau, tapi ada evaluasi kritis untuk karya mereka.

Yohanes Aldo, Khansa Olivia, Ervan Dwi, Andre Kusnadi, dan Kevin Nathaniel punya pilihan unik saat mengerjakan ujian praktek mata kuliah Feature Media Siar Universitas Multimedia Nusantara. Mendapat opsi memilih di antara tiga alternatif untuk feature sport: Serpong Run, PON XIX dan Tafisa Games, mereka memilih agenda ketiga.

Continue reading “Ketika Game Online jadi Sebuah Perlombaan Resmi”