Bersikeras Menuju Sepakbola Lebih Berkelas

Yogyakarta menjadi tempat sepakbola Indonesia lahir pada 19 April 1930. Hampir 87 tahun kemudian, di provinsi ini pula, tendangan pertama kebangkitan sepakbola Indonesia digulirkan oleh presiden ketujuh.

“Walau hujan deras ku kan bersikeras

Panas matahari ku tidak peduli

Super Elang Jawa selalu di hati 

Kudukung PSS walau sampai mati

Ayo PSS… Ayo PSS jadi juara

Bawa Sleman ke Super Liga…”

bcsLagu berjudul ‘Bersikeras’ dinyanyikan penuh semangat oleh ribuan pendukung garis keras PSS Sleman di tribun belakang gawang selatan, dikenal dengan nama Brigata Curva Sud, Stadion Maguwoharjo International Stadium, akhir pekan lalu. Nyanyian itu seolah menggambarkan betapa ada sosok yang bersikeras menjadikan sepakbola Indonesia bangkit, meski awalnya harus berhadapan dengan hujatan dan cibiran.

Continue reading “Bersikeras Menuju Sepakbola Lebih Berkelas”

Benci dan Rindu Sepak Bola Indonesia

Ini sebuah buku, tepatnya kumpulan tulisan, dari seorang yang sepuluh tahun berada di panggung belakang sepak bola Indonesia. Tulisannya ‘renyah’, ‘gurih’, dan ‘basah’.

Mencintai Sepak Bola Indonesia Meski Kusut. Wujud Benci tapi Rindu pada Sepak Bola Indonesia.
Mencintai Sepak Bola Indonesia Meski Kusut. Wujud Benci tapi Rindu pada Sepak Bola Indonesia.

Secara personal, saya tak kenal dengan Miftakhul F.S alias Fim, pria asal Mantup, Lamongan, yang tahun ini genap sepuluh tahun mengabdi sebagai wartawan olahraga di Jawa Pos. Fim hadir di Surabaya, saat saya memutuskan meninggalkan kota itu menuju Jakarta. Sepertinya, kami pernah sekali bertemu dalam jarak cukup dekat, saat berada di ruangan Komisi Disiplin PSSI, mendengarkan keputusan yang digedok Hinca Panjaitan.

Kala itu, saya masih berkarya sebagai jurnalis Radio CVC Australia di Jakarta, status yang membuat saya –tanpa disadari- juga ada di even-even sepakbola besar di mana Fim juga berada, antara lain pagelaran Putaran Final Piala Asia 2007 dan Final AFF 2008 di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan.

Continue reading “Benci dan Rindu Sepak Bola Indonesia”

Fokus Pada Detail

Di antara berbagai liputan yang mengangkat ‘side bar’ alias sisi lain sebuah event besar yakni terkait penjualan merchandise, karya ini terbaik. Menampilkan visual berupaa shoot-shoot detail.

Ketika mengangkat angle tentang pedagang pernak-pernik tim nasional setiap Indonesia bertanding, maka Febryanto, Antonius Wilton, Reza Sugiharto dan Ryan Giovanni mengambilnya dengan sangat cermat. Diiringi musik latar yang pas –sayang tak ditulis judul ‘Garuda di Dadaku’ serta ciptaan atau siapa yang mempopulerkan lagu itu di CG, mereka mengambil detail per detail gambar dengan amat fokus.

Continue reading “Fokus Pada Detail”

Fokus Pada Satu Angle Peliputan

Saat mengemas berita, jangan terlalu banyak sisi yang ditampilkan. Ibarat nelayan mencari ikan, jangan menebar jaring dan meraup begitu banyak ikan. Fokus saja mengail satu ‘angle’, dan maksimalkan di situ.

http://www.youtube.com/watch?v=ebU0Zpfdnnc

Beranggotakan Petrus Tomy, Anthony Dennis, Temmy Siantar dan Patricius Dewo, kelompok ini fokus pada sebuah topik liputan sebagai pengerjaan Ujian Tengah Semester mata kuliah Jurnalistik Televisi Universitas Multimedia Nusantara. Menuju ke arena liputan, apalagi sebuah even besar seperti konser musik atau pertandingan sepakbola, ibarat masuk ke pasar nan berisi banyak barang dagangan.

Continue reading “Fokus Pada Satu Angle Peliputan”

Kumpulan Harapan pada Tim Sembilan

Di hari kerja pertama 2015, Menteri Pemuda dan Olahraga mengumumkan Tim Sembilan untuk membenahi sepakbola Indonesia.

Menpora Imam Nahrawi umumkan Tim 9. Harapan besar sepabola Indonesia.
Menpora Imam Nahrawi umumkan Tim 9. Harapan besar sepabola Indonesia.

Jumpa pers itu awalnya berlangsung lebih cepat dari jadwal semula. Sebelumnya informasi yang beredar, Menpora Imam Nahrawi akan member keterangan kepada media terkait Tim 9, Persiapan Sea Games 2015 dan refleksi olahraga Indonesia 2014 pada 14.30. Tapi, beredar lagi kabar jumpa pers dilangsungkan 10.45 sebelum Salat Jum’at. Faktanya, sudah lewat pukul 11.00 acara belum juga mulai hingga seperempat jam kemudian.

Imam Nahrawi sadar media. Masuk ke ruangan media centre, ia memberikan kesempatan fotografer mengambil gambarnya sambil mengangkat tangan kanan setengah dada. “Selamat Tahun Baru ya,” kata mantan Sekjen Partai Kebangkitan Bangsa itu. Di awal orasinya, Menpora menyampaikan rasa duka atas musibah Air Asia QZ 8501. Ia memaparkan, sedianya keterangan pers akan berlangsung di hari terakhir 2014. “Suasana duka membuat kami menunda pengumuman ini,” kata pria asal Madura itu.

Continue reading “Kumpulan Harapan pada Tim Sembilan”

2015: Membayangkan Sepakbola Tanpa Mafia

Beberapa menit lagi kalender 2014 akan berakhir. Mungkinkah 2015 membawa kabar baik bagi sepakbola Indonesia?

Evan Dimas (kanan) dkk usai latihan di Sawangan. Harapan prestasi 2015.
Evan Dimas (kanan) dkk usai latihan di Sawangan. Harapan prestasi 2015.

Habis sudah lembaran 365 hari dalam tahun 2014. Tak ada kabar baik bagi sepakbola Indonesia tahun ini. Mimpi masuk Piala Dunia U-20 di Selandia Baru pada 2015 pupus di Myanmar setelah Evan Dimas dan kawan kawan keok tiga kali tanpa ampun. Menjadi satu-satunya tim yang gagal meraih poin, timnas U-19 didikan Indra Sjafri dipermalukan Emirat Arab 1-4, Uzbekistan 1-3 dan Australia 0-1.

Continue reading “2015: Membayangkan Sepakbola Tanpa Mafia”

Yogya yang Merasa Teraniaya

Pasca ‘sepakbola gajah’ PSS Sleman v PSIS Semarang dan hukuman yang dijatuhkan PSSI, timbul solidaritas warga kabupaten di pinggir Yogyakarta pada tim berjuluk ‘Elang Jawa’ itu.

warasBerkunjung ke Sleman, wilayah kabupaten yang mengitari kota Yogyakarta, tampak sekali betapa emosi penggemar sepakbola di sini amat teraduk-aduk. Usai pertandingan yang dibuat malu dengan lima gol bunuh diri dalam laga Divisi Utama 26 Oktober 2014 di Stadion Sasana Krida Yogyakarta, PSSI memberikan hukuman berat kepada dua pihak.

Continue reading “Yogya yang Merasa Teraniaya”

Sosok Indra Sjafri, Dari Kepala Kantor Pos Menjadi Arsitek Timnas

KALI INI KITA BICARA MENGENAI SOSOK INDRA SJAFRI/ PROFIL SEBAGAI PELATIH DAN SEBAGAI “BAPAKNYA ANAK-ANAK”…

– SEBAGAI PELATIH TIMNAS/ ANDA TELAH MENGALAMI PASANG SURUT// PERNAH BEBERAPA KALI MEMBAWA TIM JUNIOR JUARA DI HONGKONG/ TAPI KEMUDIAN SEMPAT DIPECAT PSSI JUGA// KINI/ NAMA ANDA JADI BUAH BIBIR/ DAN DIHARAPKAN SEBAGAI PELATIH TIM MASA DEPAN INDONESIA..

Continue reading “Sosok Indra Sjafri, Dari Kepala Kantor Pos Menjadi Arsitek Timnas”

Selamat Bekerja, Profesor!

Waketum PSSI Farid Rahman dan Ketum terpilih Djohar Arifin Husin. Duet baru kepemimpinan sepakbola nasional. (sumber foto: Antara)

Kepemimpinan baru PSSI terbentuk. Segerobak harapan dan tugas menanti.

Bukan tanpa alasan pelatih Arsenal Arsene Wenger mendapat julukan “The Professor”. Pria 61 tahun itu memegang gelar sarjana elektro dan master ekonomi dari University of Strasbourg, Perancis, serta fasih berbahasa asing, antara lain Inggris,Spanyol, Italia, dan Jepang. Lebih 15 tahun mengabdi, Profesor Wenger menjadi manajer terlama yang membesut Arsenal dan mencatatkan diri sebagai orang non British pertama peraih gelar dobel bagi klubnya pada 1998 dan 2002.

Continue reading “Selamat Bekerja, Profesor!”

Timnas Abal-Abal

Alfred Riedl di GBK. Dari negeri kecil Austria menjadi harapan Indonesia. (foto: tribunnews.com)

Kembalikan timnas merah putih sebagai sekumpulan pemain terbaik Indonesia.

Pelatih tim nasional Indonesia Alfred Riedl mengumumkan 25 pemain timnas Pra Piala Dunia 2014 dan 25 pemain timnas U-23 untuk gelaran Piala AFF Junior. Berita besarnya kembali menyorot ogahnya Riedl memanggil pemain ber-KTP Liga Primer Indonesia (LPI). Produk LPI tak hanya Irfan Bachdim, selebritis bola kita yang selalu jadi sasaran utama kamera, tapi juga sederet nama lain. Ada Kim Jeffrey Kurniawan (Persema), Syamsul Arif (Persibo), Sansan Fauzi, Hendra Bayauw (Jakarta FC), Rendy Kurniawan, Taufik, Andik Vermansyah (Persebaya), dan nama-nama lain.

Continue reading “Timnas Abal-Abal”