Dari kisah Zakheus di Lukas 19 kita belajar bahwa orang yang memiliki kerinduan dalam untuk mengenal Tuhan akan memiliki jalan bertemu Yesus.
Zakheus merupakan kepala pemungut cukai yang punya jabatan, uang, dan pengaruh besar di Yerikho. Namun, postur tubuhnya pendek, dan ia dibenci orang Yahudi, disetarakan dengan pendosa besar. Hatinya kosong.
Dalam hati manusia, ada kekosongan yang tak bisa dipuaskan oleh ciptaan apapun.
Zakheus berhasrat ingin melihat seperti apakah Yesus itu? Antara penasaran, kondisi emosional dan juga karena pekerjaan Roh Kudus.

Dengan rintangan kondisi fisik, lingkungan, dan sosial, Zakheus tetap memiliki hasrat mengatasi rintangan itu. Caranya: fokus pada tujuan.
Lupa pada jati dirinya, Zakheus memanjat pohon ara demi tujuannya tercapai. Seperti kisah wanita Samaria yang berjumpa Yesus di sumur.

Hasilnya, ia beroleh keselamatan dan sukacita yang tak terperikan.
Ketika kita mengalami perjumpaan dengan Tuhan, pasti hidup kita akan diubahkan dan kita jadi berkat bagi siapapun.

Poinnya:
Pertama, Fokus pada tujuan
Kedua, Tidak putus asa saat menghadapi jalan buntu
Ketiga, Harus kreatif
Keempat, Abaikan kata orang
Kelima, Jangan lupa bersyukur

