Bulan Juli dicanangkan sebagai bulan karakter dan kepemimpinan. Hadir di GMS Puri pukul 15.00 WIB untuk kisah Nehemia, sesi ‘Cara Efektif Memulai Proyek yang Berhasil’ bagian kedua.
Sepanjang hari ini, kotbah berkisar pada tema ‘leadership character’. Pastor Philip Mantofa menekankan, karakter Kristus penting dalam segala bidang di mana Tuhan tempatkan dalam hidup kita.
“Cara efektif untuk memulai penempatan baru -termasuk promosi, adalah jaga hati. Your now, hari ini, sangat menentukan dalam hidupmu,” ungkapnya.
Nehemia menjadi teladan, karena ia tak hanya punya manajemen skill, people skill dan pakar di bidangnya, tapi dalam memulai setiap ‘assigment’ begitu jernih setiap proyek dalam hidupnya berhasil. Seorang ahli F&B harus jadi arsitek, membangun tembok Yerusalem yang telah hancur.
“Kalau Anda tak punya proyek apa-apa, hidupmu itu adalah proyek Tuhan,” tegasnya.

Nehemia 2:17-20 menjadi dasarnya. Tembok Yerusalem adalah ‘national pride’ dan kepercayaan itu dibebankan pada Nehemia yang kepakarannya sebenarnya di bidang lain.
“So be open, terbukalah pada cara Tuhan memakaimu. Masih banyak hal-hal baru yang Tuhan akan percayakan. Pada saatnya, kesempatan itu akan datang mengetuk pintu,” ujarnya.
Kerajaan Media-Persia, kini Iran, saat itu begitu berkuasa di seluruh bumi. Maka, Nehemia diizinkan Tuhan berjalan 1.700 kilometer selama tiga bulan dari Iran menuju Yerusalem. ”Tidak masuk akal saat Tuhan mengizinkan membangun tembok Yerusalem. Kalau mengabulkan permintaan, Tuhan itu sangat lavish, berlebihan,” katanya.
Kalau memulai sesuatu dalam hidupmu tak boleh banyak bicara, apalagi ke orang yang salah. Nehemia bukan tipe orang ‘bocor halus’. “Hati-hati dengan ‘talk to much, talk to anybody’, Tuhan akan meminta pertanggungjawaban” pesannya.
Mulailah dengan baik sama pentingnya dengan mengakhiri sesuatu. Jangan memulai dengan roh, mengakhiri dengan daging. Tap, mengawali sesuatu juga penting, karena ‘how you begin’ itu sama pentingnya dengan ‘how you finished’.

Pada ibadah sebelumnya, Pastor Philip memaparkan tujuh cara efektif memulai proyek yang berhasil.
Pertama, doa dan istirahat yang cukup
Kedua, jangan gemuk organisasi
Ketiga, jangan banyak bicara
Keempat, hindari kontroversi
Kelima, dapatkan survei dan informasi yang akurat. Jadilah manusia fakta
Keenam, mulai dengan satu rencana dan tindakan nyata
Ketujuh, tunggu waktu Tuhan sebelum ke publik.

Selanjutnya, jangan lupakan ‘YTK‘, ‘Yang Terkasih‘, don‘t living your spouse out. Juga jangan lupakan ‘YTH’, Yang Terhormat’, baik orangtua kita atau gembala rohani. Seperti hikmat Yitro pada Musa yang mengajarkan ilmu organisasi bagaimana membagi urusan kelompok-kelompok pada orang Israel. Serta YBS, Yang Bersangkutan.
“Kalau memulai sesuatu, jangan one man show. Orang selevel Nehemia saja perlu dukungan orang lain,“ terangnya.
Amsal 15:22 menyatakan, “Rancangan gagal kalau tidak ada pertimbangan, tetapi terlaksana kalau penasihat banyak.“ Di sini penasihat banyak artinya bukan pada kuantitas, tapi lebih ke kualitas.
Tidak banyak omong bukan berarti tidak omong, tetapi bicara pada alamat yang tepat, pada orang yang tepat. ”Kita memang tak perlu menunggu semua orang approve atas rencana kita, tetapi tetap perlu persetujuan dan restu beberapa orang dalam hidup kita,” urainya.

Memulai segala sesuatu, baik meneruskan yang sudah ada, maupun yang baru, kita butuh dukungan orang-orang tertentu dalam hidup kita. Dan semua beranjak dari doa, serta komunikasi dengan orang-orang yang tepat.
Pastor Philip menggarisbawahi, tanpa transparansi tak bisa sehati. Untuk itu, komunikasikan visi dan misi pada orang yang tepat. Tak perlu fasih lidah, langsung saja ’straight to the point’. Hal itulah yang disampaikan Nehemia kepada ‘YTK’, ‘YTH’, dan ‘YBS’ nya.
Jelaskan ‘spiritual testimony’ kita dulu. Jadilah seorang pemimpin yang eksklusif, jadi ’team player’, agar mendapat inputan dari orang-orang yang dapat dipercaya. Pertama, jelaskan dari sisi rohani, apa yang didapat dan dirasakan dari Tuhan. Dapatkan hikmat dan bangun komunikasi, karena komunikasi adalah infrastruktur rencana Allah.
“Kita tak harus menunggu orang lain memberi approval atas hidup kita, tapi kita tidak dibiarkan Allah jadi yatim piatu atau hidup sendiri menuju rumput hijau dan air yang tenang, jalan yang benar,” jelasnya.

Nehemia tak hanya kuat dalam ilmu organisasi saja, tapi juga ilmu relasi. ’Honoring’, hormatilah Tuhan and orang-oramg yang Tuhan beri di hidupmu.
Jadi, tiga poin tambahan pada ibadah kali ini tentang cara efektif memulai proyek yang berhasil.
Kedelapan. komunikasikaan visi dan misi, talk to the right people.
Kesembilan, beri jawaban singkat kepada oposisi.
Kesepuluh, bersandar penuh kepada Tuhan. Allah akan menyelesaikannya
Selengkapnya di sini.


