Tuntas sudah, terpilih delapan tim terbaik di Piala Dunia 2026. Mereka siap bertarung di perempat final memperebutkan empat tiket semifinal. Tanpa Brasil, Belanda, Jerman, dan Portugal, benarkah delapan negara ini benar-benar yang terbaik?
Delapan negara itu yakni Argentina (Juara Piala Dunia 2022, ranking 1 FIFA), Spanyol (Juara Piala Eropa 2024, ranking 2 FIFA), Prancis (runner-up Piala Dunia 2022, ranking 3 FIFA), Inggris (runner-up Piala Eropa 2024, ranking 4 FIFA), Maroko (peringkat 4 Piala Dunia 2022, ranking 6 FIFA), Belgia (ranking 8 FIFA), Swiss (ranking 14 FIFA), dan Norwegia (ranking 19 FIFA).
Tidak ada Brasil (peringkat 5 FIFA), Portugal (7), Belanda (9), Mexico (10), Kolombia (11), Jerman (12), dan Kroasia (13).
Apapun cerita perjalanannya, respek harus diberikan kepada delapan tim ini.
Jika pertanyaannya adalah ”Apakah delapan negara ini benar-benar tim terbaik di turnamen?”, jawabannya ya. Mereka adalah delapan tim yang paling pantas berdasarkan performa di lapangan hingga babak ini.
Namun jika pertanyaannya ”Apakah mereka delapan negara terkuat di dunia berdasarkan kualitas skuad?”, jawabannya belum tentu, karena sepak bola turnamen sangat dipengaruhi oleh performa sesaat, efektivitas taktik, kondisi fisik, dan kemampuan tampil di laga hidup-mati.
Dalam turnamen kali ini, yang paling mengesankan justru bukan Argentina atau Prancis, melainkan Maroko dan Norwegia. Maroko tampil semakin matang dibanding pencapaian mereka pada 2022 dan kini dipandang sebagai lawan yang benar-benar bisa menguji Prancis, sementara Norwegia berhasil menyingkirkan Brasil dan menunjukkan bahwa mereka bukan sekadar tim yang mengandalkan satu bintang.
Di Piala Dunia, ’tim terbaik’ adalah tim yang mampu tampil paling efektif selama turnamen. Dengan format baru 48 peserta, jalur menuju perempat final tidak selalu sama beratnya. Ada tim yang mendapat lawan relatif lebih ringan, sementara tim lain harus menghadapi lawan kuat sejak babak 32 besar. Bahkan sejumlah analis telah menyoroti bahwa format bracket baru dapat menciptakan jalur yang tidak sepenuhnya seimbang.
Jadi, siapa yang Anda unggulkan bisa survive dalam perjalanan melelahkan tampil delapan kali dalam sebulan hingga partai puncak 20 Juli 2026 nanti?
Prancis atau Maroko? Inggris atau Norwegia? Spanyol atau Belgia? Argentina atau Swiss?
Masih adakah wakil selain Eropa di babak empat besar? Mari kembali menguji konsistenti delapan negara yang -sejauh ini- sukses jadi survivor…
Sebagaimana ditayangkan di sini.

