Penuhi Undangan Pertemuan Jalur Sutera Maritim di Fujian, GAMKI Reguk Inspirasi Berbisnis dari Tiongkok

Banyak pesan dan pengalaman berkesan didapat dari delegasi Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) saat berkesempatan mengikuti rangkaian ‘The 4th Maritime Silk Road Youth Exchange Camp’ di Fuzhou, Fujian, Tiongkok, 24-28 Agustus 2026.

“Dari event ini banyak hal penting kami ambil, baik dari sisi menjalin relasi dengan pengusaha Tiongkok maupun Indonesia, juga sisi-sisi lain, seperti kuatnya sejarah hubungan kedua negara, dan juga pemahaman pentingnya aspek hukum dalam menopang bisnis,” kata Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat GAMKI Sahat Martin Philip Sinurat.

Sebanyak 19 anggota delegasi GAMKI mengikuti perjalanan bisnis ke Tiongkok, berasal dari berbagai unsur, baik dewan pimpinan pusat, daerah maupun cabang, dari Medan hingga Merauke.

Provinsi Fujian, dengan dua kota utama Fuzhou dan Fuqing, dikenal sebagai salah satu pusat perdagangan dan investasi penting di kawasan Tiongkok Tenggara serta memiliki hubungan kerja sama erat dengan Indonesia.  

Dipimpin Ketua Umum Sahat Sinurat dan Sekretaris Umum DPP GAMKI Alan Singali, delegasi GAMKI terdiri dari Ketua Bidang Luar Negeri dan Diplomasi Internasional Pendeta Fransisca Nadia Manuputty, Ketua Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Rienova Serry Donnie, Agustinus Eko Rahardjo dan Michael Fredy Yacob (Bidang Media Komunikasi), Andar Abdi Saragih (Bidang Lingkungan Hidup dan Kehutanan), Ketua DPD GAMKI Banten Jimmy Sabar Hanaekan, Daulat Viktor Sinaga dan Restu Sirait .(DPD GAMKI Sumut), Maya Indriani Yacob Impak dan Ascteria Paya Rombe (DPD GAMKI Sulsel), Fransina Sarah Latumahina dan Alexsander Sakalessy (DPD GAMKI Maluku), Immanuel Yunias Rumere (DPD GAMKI Papua Pegunungan), Katarina Mariana Yaas dan Stefanus Mega Panda (DPD GAMKI Papua Selatan), serta Dheny Christian Tarigan (Lembaga Kaderisasi, Akreditasi dan Sertifikasi GAMKI).

Selama di Fuzhou, delegasi GAMKI mengikuti agenda sangat padat. Dimulai dengan seremoni pembukaan pada Selasa, 25 Agustus 2026 yang dihadiri Chairman of Fuzhou Youth Federation Lin Dun,  First Vice Chairman of the Perkumpulan Fuqing Indonesia Wang Yuzhong, President of Fuyao University of Science and Technology Wang Shugio, serta perwakilan pemuda Tionghoa perantauan dan mahasiswa Central University of Finance and Economics Chen Han. Pada momen ini juga berlangsung penandatanganan kerja sama antara Fuzhou Youth Federation, Perkumpulan Fuqing Indonesia dan Australian Fuqing Association.

Selain itu, delegasi GAMKI mengunjungi Fuzhou Urban Planning Exhibition Hall; Liangcuo Historical and Cultural District, seharian berkeliling ke kawasan industry Fuqing termasuk Museum Liem Sioe Liong Memorial Hall, kawasan kota tua Three Lanes and Seven Alleys dan ditutup studi banding ke Maritime Silk Road Legal Service Zone.

“Selama di Fujian ini kami juga belajar betapa para perantau di Tiongkok sangat hormat dan memperhatikan kampung halamannya. Hal itu kita lihat pada tahun 1990-an, saat perantau asal Fujian yang sukses di Indonesia seperti Liem Sioe Liong, Tahir, Djohar Sutanto, The Ning King dan lain-lain, bahu-membahu berinvestasi ke tanah leluhurnya. Tindakan itu kemudian memicu perusahaan-perusahaan besar di Singapura mengambil langkah serupa. Akibatnya, Fujian menjadi maju seperti sekarang, dan balik membantu perekonomian Indonesia dengan melakukan inbestasi ke banyak kawasan industri,” kata Sekretaris Umum DPP GAMKI Alan Singkali.

Kesan mendalam peserta business trip

Guru Besar Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Pattimura Fransina Latumahina mengungkapkan, perjalanan Ke Fuzhou, Tiongkok, sangat memberikan inspirasi dan membuka wawasan sebagai entrepeneur sekaligus akademisi.

“Saya belajar banyak tentang kegigihan usaha, tentang integritas diri untuk maju dan berkembang dari keberhasilan pengusaha di Tiongkok. Pelajaran ini menjadi motivasi tersendiri untuk mengembangkan diri menjadi pengusaha yang aandal khususnya dibidang fashion dan wastra yang sedang saya geluti di Maluku,” kata pemilik PT Azael Collection Maluku, penyedia oleh-oleh khas Maluku dan kain asal Tanimbar.

Sementara itu, Andar Saragih menyatakan, ada pembelajaran menarik dari perjalanan sepekan ke dua kota di Tiongkok. 

“Kita sangat wajib belajar dari tata kelola jalannya. Nampak sekali ruang untuk pejalan kaki dan pesepeda dibuat lebih luas dibandingkan kendaraan bermotor,” kata Kepala Bagian Tata Usaha Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Utara ini.

Andar menambahkan, dengan pengaturan seperti itu sistem mewajibkan masyarakat berolahrga, akibatnya penduduk Tiongkok dapat hidup sehat dan panjang umur.

”Terutama juga karena menghirup udara bersih yang rendah polusi,” ujarnya. Selain itu, banyaknya pohon dan satwa di pinggiran jalan membuat suasana semakin bersih dan alami. 

”Hal penting lain, warga Tiongkok ternyata sangat menghargai sejarah dengan mendokumentasikan semuanya dengan baik. Wajar mereka menjadi pintar dan termasuk bangsa papan atas di dunia saat ini,” pungkasnya.

Ditayangkan di https://gamki.or.id/news-1218-penuhi-undangan-pertemuan-jalur-sutera-maritim-di-fujian-gamki-reguk-inspirasi-berbisnis-dari-tiongkok

Leave a Reply

Your email address will not be published.