Yuwanky Sudah Ditangkap: Sekarang Bongkar Sampai Akar-akarnya

Oleh: Agustinus “Jojo” Rahardjo

Ada kabar yang patut diapresiasi dari Batam. Di tengah riuh pemberitaan tentang demonstrasi di Jakarta dan polemik RUU Perampasan Aset, yang ramainya justru terjadi di malam setelah aksi utama dari Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) bubar barisan, sebuah operasi penting justru berlangsung di Bandara Soekarno-Hatta.

Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri menangkap Yuwanky, pengusaha asal Batam yang sebelumnya masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) dalam perkara dugaan tindak pidana pencucian uang yang berkaitan dengan tindak pidana narkotika.

Yuwanky ditangkap pada Kamis, 27 Agustus 2026 sekitar pukul 16.47 WIB di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, sesaat setelah tiba dari Singapura. Setelah diamankan, ia dibawa ke Gedung Bareskrim Polri untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Ini pencapaian penting. Beberapa hari sebelumnya, nama Yuwanky masih berada dalam daftar orang yang dicari aparat. Polisi bahkan telah menelusuri aset-aset yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut.

Kini orangnya sudah berada di tangan penyidik. Tetapi justru karena itulah, saya kira kita tidak boleh berhenti pada kata ’tertangkap’.

Penangkapan Yuwanky seharusnya menjadi pintu masuk untuk membongkar jaringan narkoba di Batam sampai ke akar-akarnya.

Dari satu orang menuju satu jaringan

Tulisan Berita Prioritas sebelumnya, menggunakan analogi sederhana: Jangan tebang satu pohon kalau hutannya dibiarkan.

Hari ini satu pohon penting sudah ditemukan dan ditebang.

Pertanyaannya: seberapa luas hutannya? Kasus ini sejak awal bukan sekadar cerita tentang orang yang kedapatan membawa narkoba.

Bareskrim sebelumnya telah mengungkap dugaan peredaran narkoba di sejumlah tempat hiburan malam di Batam. Puluhan orang diamankan, sejumlah tempat disegel, Basri Lewaimang ditangkap di Johor Bahru, Malaysia, dan Yuwanky kemudian ditetapkan sebagai DPO.

Artinya, kalau seluruh rangkaian fakta itu terbukti di pengadilan, maka yang sedang dibongkar bukan sekadar kejahatan individual.

Yang sedang dibongkar adalah sebuah ekosistem kejahatan. Dan ekosistem kejahatan tidak boleh berhenti pada satu atau dua tersangka.

Harus dicari siapa pemasoknya. Siapa penghubungnya. Siapa distributornya. Siapa yang mengatur peredarannya. Siapa yang menikmati keuntungannya. Yang tak kalah penting: ke mana uangnya mengalir?

Narkoba adalah bisnis. Maka uangnya harus dikejar.

Ini bagian yang sangat penting. Pemberantasan narkoba jangan hanya diukur dari berapa kilogram sabu yang disita atau berapa orang yang ditangkap.

Ukuran keberhasilan yang jauh lebih penting adalah: seberapa jauh negara berhasil menghancurkan bisnis di belakang narkoba tersebut.

Sebab narkoba adalah bisnis. Ada barang. Ada pemasok. Ada distributor. Ada pasar. Ada uang. Ketika uang hasil kejahatan mulai disamarkan melalui rekening, perusahaan, properti, kendaraan, tempat usaha atau bentuk aset lainnya, maka persoalannya masuk ke wilayah pencucian uang.

Karena itu, penangkapan Yuwanky harus diikuti dengan penelusuran aset secara serius. Bukan sekadar mencari uang tunai. Telusuri rekening. Telusuri perusahaan. Telusuri properti. Telusuri kendaraan. Telusuri transaksi. Telusuri pihak-pihak yang menerima aliran dana.

Dan kalau ditemukan bukti bahwa aset tertentu berasal dari tindak pidana, negara harus berani mengejar aset tersebut sesuai mekanisme hukum yang berlaku. Bandarnya ditangkap. Uangnya jangan dibiarkan lari.

Singapura bukan akhir perjalanan

Ada satu hal menarik dari penangkapan ini. Yuwanky ditangkap setelah tiba dari Singapura. Sebelumnya, Basri Lewaimang juga ditangkap di Johor Bahru, Malaysia, melalui kerja sama Dittipidnarkoba Bareskrim, Divhubinter Polri dan Interpol.

Ini menunjukkan bahwa dimensi kasus Batam tidak boleh dilihat hanya dari peta Batam. Batam berada di wilayah yang sangat strategis. Berdekatan dengan Singapura dan Malaysia, menjadi pintu perdagangan internasional dan memiliki mobilitas manusia serta barang yang tinggi.

Posisi geografis tersebut adalah berkah bagi perekonomian. Tetapi sekaligus dapat menjadi celah bagi kejahatan lintas negara. Karena itu, kalau memang penyidikan menemukan adanya mata rantai lintas negara, aparat harus terus mengejarnya. Jangan berhenti di Batam. Jangan berhenti di Indonesia. Kalau jejaknya mengarah ke luar negeri, kejar sampai ke sana.

Sekarang jangan hanya Planet Batam

Namun ada satu pesan penting yang juga harus tetap dijaga. Pemberantasan narkoba harus tegas sekaligus adil. Penangkapan Yuwanky tidak boleh ditafsirkan sebagai alasan untuk menggeneralisasi seluruh pengusaha tempat hiburan malam di Batam.

Yang legal harus dilindungi. Yang terbukti melanggar harus ditindak.

Sesederhana itu. Justru karena itu aparat perlu memastikan bahwa penegakan hukum dilakukan berdasarkan bukti, bukan berdasarkan nama kelompok, latar belakang pemilik, atau popularitas sebuah usaha.

Kalau ada tempat hiburan lain yang terbukti menjadi bagian dari jaringan narkoba, bongkar. Kalau tidak ada bukti, jangan disentuh. Itulah negara hukum. Tetapi jangan pula sampai ada tempat yang kebal hanya karena pemiliknya memiliki uang, koneksi, atau pengaruh. Narkoba tidak boleh mengenal kelas sosial.

Momentum untuk membersihkan Batam

Penangkapan Yuwanky harus dibaca sebagai momentum. Momentum bagi Bareskrim. Momentum bagi Polda Kepri. Momentum bagi pemerintah daerah. Terutama juga momentum bagi seluruh aparat penegak hukum untuk menunjukkan bahwa pemberantasan narkoba di Batam benar-benar serius.

Masyarakat tentu tidak ingin melihat pola lama berulang. Hari ini penggerebekan. Besok konferensi pers. Lusa pemberitaan ramai. Minggu depan perhatian publik pindah ke isu lain. Beberapa bulan kemudian, bisnis yang sama atau jaringan yang sama muncul lagi dengan nama berbeda.

Jangan. Jangan sampai terjadi seperti itu. Penangkapan Yuwanky harus menjadi awal dari pengungkapan yang lebih besar, bukan titik akhir.

Publik ingin tahu siapa saja yang berada di belakang jaringan tersebut. Dari mana narkoba masuk. Siapa yang memasok. Siapa yang mendistribusikan. Siapa yang mendapatkan keuntungan. Apakah ada aset hasil kejahatan yang dapat ditelusuri.

Pun publik tentu ingin tahu apakah jaringan tersebut berdiri sendiri atau memiliki hubungan dengan jaringan narkoba lainnya. Semua pertanyaan itu tentu harus dijawab melalui proses penyidikan dan pembuktian hukum. Bukan melalui spekulasi.

Jangan sampai ada “pohon” lain yang dibiarkan tumbuh

Kita tentu mengapresiasi kerja Bareskrim Polri yang berhasil menangkap Yuwanky. Ini bukan pekerjaan kecil. Dari DPO menjadi tersangka yang berhasil diamankan setelah perjalanan dari luar negeri menunjukkan bahwa aparat terus mengejar perkara ini.

Tetapi justru karena sudah sampai di titik ini, pekerjaan berikutnya harus lebih besar. Jangan berhenti. Jangan puas karena satu orang sudah ditangkap. Jangan puas karena satu tempat sudah disegel. Jangan puas karena konferensi pers sudah dilakukan. Bongkar jaringannya. Kejar uangnya. Telusuri asetnya. Ungkap pemasoknya. Cari orang-orang yang terlibat. Kalau memang ditemukan jaringan lain yang bekerja dengan modus serupa di Batam, bongkar pula.

Bukan karena kita ingin melihat semakin banyak orang ditangkap. Tetapi karena kita ingin melihat semakin sedikit narkoba beredar. Itulah ukuran keberhasilan sesungguhnya. Batam tidak boleh menjadi kota yang dikenal karena narkobanya.

Batam adalah kota strategis, kota perdagangan, kota industri, kota yang menjadi salah satu pintu Indonesia ke dunia. Jangan biarkan kejahatan terorganisasi memanfaatkan posisi strategis itu.

Karena itu, kepada aparat penegak hukum, pesannya sederhana: Tangkap satu bandar, bagus. Bongkar satu jaringan, lebih bagus. Hancurkan bisnis narkobanya sampai ke sumber uangnya, itu baru luar biasa. Yuwanky sudah ditangkap. Sekarang publik menunggu keberanian berikutnya. Jangan tebang satu pohon lalu mengklaim hutannya sudah bersih.

Kalau memang ada hutan kejahatan di Batam, bongkar sampai ke akar-akarnya. Jangan pandang bulu. Jangan tebang pilih. Jangan berhenti di orang yang paling mudah ditangkap.

Meminjam lirik Iwan Fals dalam ’Manusia Setengah Dewa’, ”Tegakkan hukum setegak-tegaknya. Adil dan tegas tak pandang bulu…”

tayang di https://beritaprioritas.com/yuwanky-sudah-ditangkap-sekarang-bongkar-sampai-akar-akarnya/

***

https://x.com/Stunner_Lfc/status/2092709197443895414

Leave a Reply

Your email address will not be published.