GMS Puri 20 September 2026: Kebenaran yang Menghidupkan

Pendeta Mike Budiman Wangi melayani Firman Tuhan dalam lima kali ibadah hari ini. Datang di ibadah kedua, temanya: The Righteousness That Gives Life. Kebenaran yang Menghidupkan.

Pendeta Mike dari GMS Kelapa Gading menekankan, Injil harus jadi pergeseran nyata dalam diri kita.

“Ada sesuatu yang bergeser dan mengubah cara hidup kita. Dan perubahan itu harus dimulai dari dalam diri,” kata Mike.

Ia menganalogikan evolusi telepon dan telepon genggam. Makin lama waktu berjalan, perkembanannya makin luar biasa.

”Jangan sampai Anda yang mendengar Injil bertahun-tahun, tapi tak merasakan apa-apa. Harus ada perubahan radikal dalam hidup,” ungkapnya.

Mike mendasari pelayanan Firman dari Roma 1:16.

“Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani.”

Evangelion (εὐαγγέλιον) berarti ’kabar baik’ atau ’berita sukacita’. Kata ini berasal dari bahasa Yunani kuno dan merupakan gabungan dari dua kata: eu- (εὖ): Berarti ’baik’ atau ’bagus’, sementara angelos (ἄγγελος): Berarti ’pembawa pesan’, ’utusan’, atau ’malaikat’.

”Orang di luar sana mungkin tak pernah membaca Alkitab, tapi mereka membaca Alkitab melalui hidupmu. Kebenaran Allah akan memberikan kehidupan lagi bagi kerohanian kita.” tegasnya.

Mike pun membagikan kisah dari Markus 5:21-43 yang mencatat kisah Yesus menyembuhkan anak Yairus dan perempuan yang sakit pendarahan. Iman dua orang itu -Yairus dan perempuan yang sakit pendarahan- menjadi teladan bagi kita semua.

”Milikilah imanmu. Usahakan itu. Setipis apapun itu, karena barangkali itu yang akan menyelamatkan hidupmu,” ucapnya.

Ia melanjutkan, tetap pegang iman itu, sampai Anda mendengar jawaban Tuhan, pastikan Anda dikasihi dan dicintai.

”Jangan takut, percaya saja. Talita Kum. Tuhan tahu yang terbaik dalam hidupmu,” terangnya.

Tiga pesan dari Ibadah ini.

Pertama, Kebenaran Allah yang dinyatakan melalui Injil membawa kita kepada Yesus.

Kedua, Kebenaran Allah tetap bekerja meski kita belum melihat hasilnya.

Ketiga, Kebenaran Allah tidak dibatasi oleh ketidakmampuan manusia dan tidak dikalahkan oleh kematian.

Leave a Reply

Your email address will not be published.