Notice: Undefined index: host in /home/jojr5479/public_html/wp-content/plugins/wonderm00ns-simple-facebook-open-graph-tags/public/class-webdados-fb-open-graph-public.php on line 1020

Jangan Sekadar Tunggu Aliran Dana: Saatnya Pemko Batam Menguji Ulang Kerja Sama dengan UJKM

Oleh: Agustinus “Jojo” Rahardjo

Penangkapan Yuwanky oleh Bareskrim Polri di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta pada 27 Agustus 2026 semestinya menjadi momentum bagi Pemerintah Kota Batam untuk melihat kembali satu persoalan yang selama ini dianggap terpisah: kerja sama pemanfaatan aset Pasar Induk Jodoh dengan PT Usaha Jaya Karya Makmur (UJKM).

Sebelumnya, ketika Yuwanky masih berstatus buron, Pemko Batam menyatakan pembangunan dan pengelolaan Pasar Induk Jodoh tetap berjalan. Alasannya sederhana: perjanjian dibuat dengan badan hukum PT UJKM, bukan dengan Yuwanky sebagai individu.

Continue reading “Jangan Sekadar Tunggu Aliran Dana: Saatnya Pemko Batam Menguji Ulang Kerja Sama dengan UJKM”

Yuwanky Sudah Ditangkap: Sekarang Bongkar Sampai Akar-akarnya

Oleh: Agustinus “Jojo” Rahardjo

Ada kabar yang patut diapresiasi dari Batam. Di tengah riuh pemberitaan tentang demonstrasi di Jakarta dan polemik RUU Perampasan Aset, yang ramainya justru terjadi di malam setelah aksi utama dari Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) bubar barisan, sebuah operasi penting justru berlangsung di Bandara Soekarno-Hatta.

Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri menangkap Yuwanky, pengusaha asal Batam yang sebelumnya masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) dalam perkara dugaan tindak pidana pencucian uang yang berkaitan dengan tindak pidana narkotika.

Continue reading “Yuwanky Sudah Ditangkap: Sekarang Bongkar Sampai Akar-akarnya”

Ngebolang di Batam

Beberapa kali ke Batam, Kepulauan Riau, tapi belum pernah ke Jembatan Barelang. Syukurlah, malam itu tuntas. Meski tak sampai ujung.

Jembatan Barelang merupakan akronim dari Batam-Rempang-Galang, nama tiga pulau yang dihubungkan jembatan itu. Ikon kota Batam ini dibangun dari tahun 1992 hingga 1998, menghabiskan biaya sekitar Rp400 miliar, dan menjadi bukti kemampuan insinyur Indonesia tanpa bantuan tenaga asing. 

Continue reading “Ngebolang di Batam”

Aktivis Batam

Dua kali berkunjung ke Batam dalam sepekan. Bersua aktivis pemuda Kristiani nan energik.

Pada pertengahan September lalu, singgah sejenak usai balik dari Pulau Lingga via Tanjungpinang, jelang terbang kembali ke Jakarta dari Bandara Hang Nadim, Batam. Bertemu kawan-kawan Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Cabang Batam dan sekitarnya.

Continue reading “Aktivis Batam”

Antara Serpong, Yogya, dan Batam

Video perjalanan dua mahasiswi dibawa ke dua destinasi wisata berbeda. Terlalu banyak menonjolkan wajah pembawa acara, daripada keindahan lokasi yang dituju.

Sepuluh mahasiswa dalam kelompok mata kuliah Editing dan Pasca Produksi Televisi ini mengemas tema travelling ‘Beautiful Indonesia’. Hanna Maria, Michael Riwoe, Eunike Olivia, Arvia Benita, Venny Firstyani, Putri Helena, Mizan Amalia, Ajeng Sri, Indriyana Milantika, dan Dwinita Mardani bersepakat menggabungkan pesona Yogyakarta dan Batam dalam sebuah rangkaian cerita.

Continue reading “Antara Serpong, Yogya, dan Batam”

Menghantam Batam

Bandara Hang Nadim, pintu gerbang utama Batam. Foto dua tahun silam, akhir 2008.

Jum’at, 15 Oktober 2010 tercatat sebagai perjalanan kedua saya menghantamkan kaki di Pulau Batam. Yang pertama akhir 2008, saat menyambangi koresponden CVC di kota berpenduduk sejuta jiwa itu. Hari ini, jejak sepatu kets saya kembali tertera di bandar udara Hang Nadim, meski hanya numpang lewat. Berbeda dengan dua tahun silam yang sempat main-main ke Nagoya -pusat kota Batam- kali ini saya hanya mampir bandara, untuk melanjutkan perjalanan ke pelabuhan penyeberangan Telaga Punggur.

Continue reading “Menghantam Batam”