Tengkleng, Kuliner Legendaris Solo

Kalau ke Solo, jangan lupa makan Tengkleng, salah satu kuliner paling legendaris dari Kota Surakarta.

Sekilas makanan ini mirip gulai kambing, tetapi Tengkleng memiliki ciri khas tersendiri: kuahnya lebih encer, kaya rempah, dan biasanya berisi tulang kambing yang masih menempel daging, lemak, serta sumsum.

Sensasi utama menikmati tengkleng justru ada pada aktivitas ’ngrikiti’ atau menggerogoti tulang kambing sampai bersih.

Sejarah Tengkleng sangat erat dengan masa penjajahan Jepang. pada masa itu, rakyat kecil di Solo tidak mampu membeli daging kambing utuh karena harganya mahal. Bagian daging terbaik biasanya dinikmati kalangan bangsawan atau orang kaya untuk sate dan gulai. Sementara rakyat biasa hanya mendapat sisa tulang, kepala, kaki, dan jeroan kambing.

Dari keterbatasan itulah lahir kreativitas Wong Solo mengolah sisa-sisa bagian kambing menjadi makanan lezat bernama Tengkleng.

Nama ’Tengkleng’ sendiri diyakini berasal dari bunyi ’kleng-kleng-kleng’ ketika tulang kambing diletakkan di piring seng milik masyarakat zaman dahulu. bunyi itu kemudian melekat menjadi nama makanan khas ini,  yang membuat tengkleng berbeda dari gulai adalah karakter kuahnya.

Jika gulai cenderung kental dan berat karena santan pekat, Tengkleng memakai kuah lebih ringan namun tetap gurih.

Secara khusus, mari main ke Tengkleng Yu Tentrem, dikemas ala masakan rumahan, di Kampung Ngadisono, RT 04/RW 14, Kelurahan Kadipiro, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta.

Video dan edited by: @ghandhend dan @iya.n

Field Producer: @imronrosyid

Leave a Reply

Your email address will not be published.