Pekan ini Promises Pendeta Didik Rochadi kita belajar dari I Samuel 1: 12-15, 27. Saat Tuhan belum menjawab doa, tapi Hana yang sudah berubah terlebih dahulu.
Ketekunan dalam doa, lahir dari hati yang tak kenal menyerah. Hana mencurahkan isi hatinya kepada Tuhan dengan berdoa secara ’terus menerus’. Ia berdoa dan berdoa lagi.
Ketekunan dalam doa, mencurahkan isi hati, bukan sekadar kata-kata. Melepaskan beban emosional dalam kegalauan, kecemasan, dan kepedihan hati. Spontan, tak terstruktur, yang penting berkomunikasi dengan Tuhan.
Ketekunan dalam doa mengubah hati kita terlebih dahulu. Raut mukanya tak muram lagi, meski Hana belum mengandung Samuel. Acapkali Tuhan menjawab doa kita setelah mengubah sikap kita terlebih dahulu. Doa merupakan tempat Tuhan mengerjakan sesuatu dalam diri kita, sebelum jawabannya Tuhan kabulkan.
Berserulah kepada Tuhan dalam waktu kesesakan.
Percayai janji pertolongan Tuhan.
Bertekunlah dalam doa.
Harapkan hasilnya.
Selengkapnya di

